Jumat, 10 Juli 2020 WIB

Polres Madina Selidiki Demo Blokade Jalinsum Berujung Ricuh

MS PutraSelasa, 30 Juni 2020 16:31 WIB
Dokumentasi
Polres Madina akan menyelidiki demo blokade Jalinsum berujung ricuh dan aksi pembakaran dua unit mobil di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara, Senin, 29 Juni 2020.

Indomedia.co - Polres Mandailing Natal (Madina) akan melakukan penyelidikan terhadap peristiwa demo blokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) berujung ricuh dan aksi pembakaran dua unit mobil di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara pada Senin, 29 Juni 2020.

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi melalui Kasatreskrim AKP Azwar Anas kepada wartawan menyampaikan demo berujung ricuh dan menyebabkan enam orang personel polisi mengalami luka-luka serta dua unit mobil dibakar, akan dilakukan penyelidikan.

"Ada enam orang anggota Polri yang mengalami luka-luka saat mengamankan demo itu, dan sudah ditangani medis, kalau dari warga kita belum dapat informasi," kata Azwar.

Ia mengatakan, aksi tersebut berujung ricuh karena warga meminta kepala desa diberhentikan. Lalu, pada sore harinya aksi warga berujung ricuh, dan warga membakar kendaraan yang tak jauh dari kerumunan. Ada dua unit mobil yang terbakar, salah satunya mobil milik Wakapolres Madina Kompol E Zalukhu.

Terkait aksi pembakaran tersebut, AKP Azwar memastikan pihaknya akan melakukan proses hukum.

"Pastilah (diproses), kita sedang melakukan penyelidikan," pungkasnya.

Enam personel polisi yang mengalami luka-luka masing-masing AKP J Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan. Aipda AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu. Selanjutnya, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri, lalu Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri. Kemudian, Briptu M Arif dan Bripka H Sitorus mengalami luka memar di bagian kepala.

Sebelumnya, aksi demo blokade Jalinsum dilakukan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu petang harinya terjadi kericuhan yang berujung pada aksi pembakaran beberapa unit kendaraan bermotor. Aksi ini berawal dari pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) penanganan Covid-19 bersumber dari Dana Desa. Sebagian warga mengaku tidak memperoleh bantuan sesuai dengan nilai yang ditetapkan yaitu Rp600 ribu setiap rumah tangga. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

T#g:
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook