Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

Polres Ngawi Ungkap Kasus Penipuan dan Pemerasan Modus Foto Bugil

Kamis, 19 September 2019 23:46 WIB
tribratanews.polri.go.id
Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu memperlihatkan sejumlah barang bukti.

Indomedia.co - Polres Ngawi mengungkap kasus penipuan dan pemerasan modus foto bugil. Polisi menemukan ada 10 korban yang dilakukan AB (18) warga Desa Jepang, Kabupaten Bojonegoro. Empat di antaranya sudah melapor ke polisi.


Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan mulai dari Juni hingga September pelaku dengan menggunakan akun bernama wanita, menghubungi para korban dan menawarkan suatu pekerjaan dengan gaji yang tinggi yaitu Rp4 juta dengan syarat korban harus mengirimkan foto-foto bugil termasuk videonya.


Dilansir dari situs resmi Polri, pekerjaannya belum dijelaskan secara rinci, tetapi diiming-imingi gaji Rp4 juta. Untuk memuluskan aksinya, pelaku juga menggunakan akun lain dengan nama wanita menghubungi korban dan memberi informasi bahwa “ayo ikut saja, kirim saja persyaratan itu, saya juga begitu dan saya sekarang sudah bekerja”.


Akhirnya korban tertipu dan mengirimkan foto atau video tersebut. Setelah itu pelaku menghubungi korban dan mengancam untuk menyebarkannya. Supaya tidak disebarkan, korban harus mengirimkan duit Rp25 juta.


“Jadi sampai hari ini sudah ada empat pelapor yang sudah datang ke kita dan sudah mengamankan uang Rp5.200.000. Untuk dugaan sementara pelaku mengerjakan sendiri dan pelaku juga masih di bawah umur yaitu 18 tahun kurang,” ungkap Kapolres Ngawi, Kamis (19/9/2019).


Para korban dalam waktu hampir bersamaan melaporkan ke Satreskrim Polres Ngawi, kemudian dilakukan penangkapan.


“Kami lacak keberadaan pelaku. Dan pelaku tertangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” tutur AKBP Pranatal.


Pelaku AB ditangkap pada Selasa (17/9/2019) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Dari pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah ponsel, buku tabungan, kartu ATM, rekening koran dan uang tunai lebih dari Rp5 juta hasil tindak pidana pemerasan.


Pelaku dikenai pasal 27 jo pasal 45 ayat 1 ayat 4 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun atau denda Rp1 miliar.


Sebelumnya, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dihebohkan dengan beredarnya foto tanpa busana di media sosial Facebook.


Pelaku AB sebagai pemilik akun NF memposting foto tidak senonoh para korban karena permintaan sejumlah uang tidak ditanggapi. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook