Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

Rawan Rob dan Lahan Terbatas, FK PUSPA Sumut Kembangkan Hidroponik di Belawan

M JawiAhad, 06 Oktober 2019 13:46 WIB
Istimewa
Masyarakat di Lingkungan XII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, membuat persiapan tanaman hidroponik, Ahad (6/10/2019).

Indomedia.co - Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Sumatera Utara mengajak berbagai pihak seperti pemerintah dan sektor bisnis untuk membangun sinergi dalam menjalankan program Pengembangan Kampung Wisata Pesisir Ramah Anak. Program ini dilaksanakan di Lingkungan XII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.


Sekretaris FK PUSPA Sumut Badriyah mengatakan bahwa Kelurahan Belawan Bahari terletak di wilayah pesisir. Hal ini membuat kondisi wilayah selalu panas, rentan polusi, rawan rob dan mempunyai lahan terbatas untuk bercocok tanam.


Untuk menjaga keberlanjutan program yang sedang berjalan dan tumbuhnya semangat perubahan sosial dan lingkungan di Kelurahan Belawan Bahari, FK PUSPA Sumut mengajak para pihak terutama pemerintah dan sektor bisnis untuk membangun sinergi dalam menjalankan program ini, salah satunya bercocok tanam hidroponik.


"Untuk mengatasi kekurangan lahan ini dan menciptakan lingkungan hijau yang ramah anak, teknik hidroponik solusi untuk diaplikasikan. Selain itu, teknik bercocok tanam dengan hidroponik mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, menambah pendapatan keluarga, menguatkan rasa kebersamaan, dan menciptakan budaya gotong royong," kata Badriyah, Ahad (6/10/2019).


Menurut Badriyah, Kelurahan Belawan Bahari mempunyai potensi sumber daya yang besar. Potensi itu menjadi dasar untuk mengembangkan Kelurahan Belawan Bahari sebagai pilot project “Pengembangan Kampung Wisata Pesisir Ramah Anak”.


"Untuk mengembangkan potensi ini, perlu sinergitas yang maksimal dari multisektor agar dapat program ini dapat berjalan dan menjadi referensi nasional dalam membangun kawasan pesisir yang ramah anak melalui pendekatan komprehensif, kesadaran perlindungan anak, ekonomi mikro dan pemanfaatan sumber daya lokal," ucapnya.


"Jadi, dengan adanya tanaman hidroponik ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kemandirian, kesadaran serta memotivasi masyarakat dan stakeholder dalam pemanfaatan lahan terbatas sebegai sumber pangan dan pendapatan keluarga dan terciptanya lingkungan hijau yang ramah anak," ungkap Badriyah.


Sementara itu, Lurah Belawan Bahari Sonang Saing menambahkan bahwa untuk di Kelurahan Belawan Bahari ada 13 lingkungan dan Lingkungan XII ini pertama kali dilaksanakan untuk menanam tanaman hidroponik.


"Jadi, Lingkungan XII menjadi Dasa Wisma Salam Bahari untuk tanaman hidroponik. Ke depannya semua lingkungan harus ada Dasa Wisma yang menjadi sentra tanaman hidroponik. Mengingat sering rob, dan lahan selalu tergenang banjir, makanya tanaman hidroponik ini sangat bermanfaat diterapkan di Belawan Bahari," pungkasnya.


Dilansir dari Wikipedia, hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook