Sabtu, 22 Februari 2020 WIB

Rawan Rob dan Lahan Terbatas, FK PUSPA Sumut Kembangkan Hidroponik di Belawan

M JawiAhad, 06 Oktober 2019 13:46 WIB
Istimewa
Masyarakat di Lingkungan XII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, membuat persiapan tanaman hidroponik, Ahad (6/10/2019).



Indomedia.co - Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk
Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Sumatera Utara mengajak berbagai
pihak seperti pemerintah dan sektor bisnis untuk membangun sinergi dalam
menjalankan program Pengembangan Kampung Wisata Pesisir Ramah Anak. Program ini
dilaksanakan di Lingkungan XII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan
Belawan, Kota Medan.




Sekretaris FK PUSPA Sumut
Badriyah mengatakan bahwa Kelurahan Belawan Bahari terletak di wilayah pesisir.
Hal ini membuat kondisi wilayah selalu panas, rentan polusi, rawan rob dan
mempunyai lahan terbatas untuk bercocok tanam.




Untuk menjaga
keberlanjutan program yang sedang berjalan dan tumbuhnya semangat perubahan
sosial dan lingkungan di Kelurahan Belawan Bahari, FK PUSPA Sumut mengajak para
pihak terutama pemerintah dan sektor bisnis untuk membangun sinergi dalam
menjalankan program ini, salah satunya bercocok tanam hidroponik.




"Untuk mengatasi
kekurangan lahan ini dan menciptakan lingkungan hijau yang ramah anak, teknik
hidroponik solusi untuk diaplikasikan. Selain itu, teknik bercocok tanam dengan
hidroponik mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, menambah pendapatan
keluarga, menguatkan rasa kebersamaan, dan menciptakan budaya gotong
royong," kata Badriyah, Ahad (6/10/2019).




Menurut Badriyah, Kelurahan
Belawan Bahari mempunyai potensi sumber daya yang besar. Potensi itu menjadi
dasar untuk mengembangkan Kelurahan Belawan Bahari sebagai pilot project “Pengembangan Kampung Wisata Pesisir Ramah Anak”.




"Untuk
mengembangkan potensi ini, perlu sinergitas yang maksimal dari multisektor agar
dapat program ini dapat berjalan dan menjadi referensi nasional dalam membangun
kawasan pesisir yang ramah anak melalui pendekatan komprehensif, kesadaran
perlindungan anak, ekonomi mikro dan pemanfaatan sumber daya lokal,"
ucapnya.




"Jadi, dengan
adanya tanaman hidroponik ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan,
kemandirian, kesadaran serta memotivasi masyarakat dan stakeholder dalam pemanfaatan lahan terbatas sebegai sumber pangan dan
pendapatan keluarga dan terciptanya lingkungan hijau yang ramah anak,"
ungkap Badriyah.




Sementara itu, Lurah
Belawan Bahari Sonang Saing menambahkan bahwa untuk di Kelurahan Belawan Bahari
ada 13 lingkungan dan Lingkungan XII ini pertama kali dilaksanakan untuk
menanam tanaman hidroponik.




"Jadi, Lingkungan
XII menjadi Dasa Wisma Salam Bahari untuk tanaman hidroponik. Ke depannya semua
lingkungan harus ada Dasa Wisma yang menjadi sentra tanaman hidroponik.
Mengingat sering rob, dan lahan selalu tergenang banjir, makanya tanaman
hidroponik ini sangat bermanfaat diterapkan di Belawan Bahari," pungkasnya.




Dilansir dari Wikipedia, hidroponik adalah budidaya
menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada
pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih
sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan
air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan
air yang terbatas. (***)



Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook