Jumat, 10 Juli 2020 WIB

Ricuh Menuntut Pencopotan Kades, Massa Bakar Mobil Dinas Wakapolres Madina

Suwardi SinagaSenin, 29 Juni 2020 22:13 WIB
Istimewa
Aksi blokir Jalinsum di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara, berakhir ricuh, Senin, 29 Juni 2020. Massa membakar satu unit sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno, dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina.

Indomedia.co - Aksi blokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara, berakhir ricuh, Senin, 29 Juni 2020. Massa membakar mobil dinas Wakapolres Madina.

Kabidhumas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, aksi pemblokiran jalan nasional tersebut terkait masalah pembagian BLT di Desa Mompang Julu. Massa lebih kurang 320 orang memblokir Jalan Nasional Sumut-Sumatera Barat mulai sekira pukul 10.30 WIB.

Dalam orasinya, beberapa mahasiswa menjelaskan bahwasanya oknum Kepala Desa Mompang Julu tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa serta diduga terjadi praktik KKN.

Massa meminta klarifikasi Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan tentang penggunaan Dana Desa TA 2018-2020. Ketika tidak bisa mengklarifikasi semua dugaan yang disampaikan, massa meminta Kades mundur sekarang juga, jelas Tatan.

Baca: Aksi Blokir Jalan Nasional di Madina Berakhir Ricuh, Mobil Dibakar

Kemudian pendemo juga meminta Bupati Madina mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu karena dianggap tidak transparan mengelola Dana Desa. Pendemo juga meminta para aparat penegak hukum memeriksa dan menangkap oknum Kepala Desa Mompang Julu.

Masih menurut Tatan, negosiasi dengan massa pemblokir jalan agar dapat membuka akses Jalinsum dan akan memproses tuntutan massa pendemo tentang ketidaktransparanan penyalurab BLT DD oleh Kepala Desa selambat-lambatnya lima hari, tidak membuahkan hasil.

Kelompok massa pemblokir jalan tidak menerima, dan meminta agar Bupati Madina segera mengeluarkan surat pemecatan terhadap Kepala Desa. Karena tidak mendapat titik temu massa tetap melaksanakan aksi pemblokiran jalan.

Pemblokiran jalan yang dilakukan oleh massa semakin tidak terkendali dan melakukan penyerangan terhadap personel TNI -Polri dengan melemparkan kayu dan batu, urai Tatan.

Baca: Gara-gara BLT, Warga Kembali Blokade Jalan Nasional di Madina

Massa juga melakukan tindakan pembakaran satu unit sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno, dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina.

Akibat kejadian tersebut, enam Anggota Polres Madina mengalami luka akibat lemparan batu, dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan, jelas Tatan.

Langkah-langkah persusif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan, massa juga melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, personel TNI-Polri Masih bertahan di Jalinsum Medan-Padang tepatnya RM Mandira. Begitu juga dengan massa masih terkonsentrasi pada titik kumpul awal aksi pemblokiran Jalinsum Medan-Padang tepatnya di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, pungkas Tatan. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

T#g:
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook