Sabtu, 14 Desember 2019 WIB

Ridwan Rangkuti: Ucapan Eveline Sago Bukan Ancaman

MS PutraSenin, 18 November 2019 23:52 WIB
Istimewa
Ridwan Rangkuti SH, Kuasa Hukum PT Tri Bahtera Srikandi.

Indomedia.co - Ridwan Rangkuti SH, Kuasa Hukum PT Tri Bahtera Srikandi yang juga kuasa hukum anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Eveline Sago menjelaskan, ucapan Eveline Sago mengenai Syafron sifat dan tujuannya bukan menciderai maupun pengancaman.


Menurutnya, terkait pemberitaan mengenai ucapan anggota Eveline Sago yang menyebut "Kalau tidak lari, Desember Safron akan selesai" menjadi viral dan dipolitisir lawan politiknya dengan komentar yang berlebihan.


Ia menjelaskan, kalimat tersebut bukan tujuan pengancaman menciderai, melainkan berkaitan dengan proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sumatera Utara. Yang mana penyidik cyber crime Ditreskrimsus telah memanggil oknum yang menghujat dan menghina Eveline belakangan ini di media sosial atas laporan polisi Eveline di Polda Sumut.


"Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar tidak mempolitisir pernyataan Eveline tersebut karena kalimat tersebut bukan ancaman melakukan perbuatan yang dilarang hukum. Siapapun orangnya jika dihina dan dihujat terus pasti akan bertindak secara hukum, jika fitnahan atau pencemaran nama baik di medsos tersebut tidak benar," kata Ridwan dalam siaran pers yang diterima awak media, Senin (18/11/2019).


Di sisi lain, Ridwan mengungkapkan bahwa Eveline Sago adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang lahir dan besar di Medan, Sumatera Utara. Ayahnya adalah Ignatius Sago, sementara ibunya bermarga Simarmata dari Tapanuli Tengah.


"Dan perlu diketahui bersama, ayahnya Pak Ignatius Sago itu satu-satunya pengusaha melalui PT Sago Nauli Grup yang sudah membuat dan menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu warga di Pantai Barat Mandailing Natal, dan sekarang kehidupan masyarakat di sana sejahtera. PT Sago sudah berhasil membuka plasma bagi masyarakat, ini fakta yang tidak terbantahkan. Oleh karena itu Eveline mempunyai harkat, martabat dan harga diri sebagai WNI yang sama dengan WNI lainnya," terang Ridwan Rangkuti.


Terkait masalah mangrove, sambungnya. Ridwan mengimbau agar semua masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.


“Soal mangrove kan proses hukumnya sedang berjalan, teman-teman pelapor silahkan kasih data ke penyidik, dan sebaliknya pihak perusahaan berkewajiban membela kelanjutan usaha perkebunan milik peserta plasma tersebut yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mari kita saling menghormati dan tidak menyerang secara pribadi," pesannya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Berita Terkait
    Komentar
    0 Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    Komentar Facebook