Selasa, 07 Juli 2020 WIB

Ridwan Rangkuti: Ucapan Eveline Sago Bukan Ancaman

MS PutraSenin, 18 November 2019 23:52 WIB
Istimewa
Ridwan Rangkuti SH, Kuasa Hukum PT Tri Bahtera Srikandi.

Indomedia.co - Ridwan Rangkuti SH, Kuasa Hukum PT Tri Bahtera
Srikandi yang juga kuasa hukum anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Eveline
Sago menjelaskan, ucapan Eveline Sago mengenai Syafron sifat dan tujuannya
bukan menciderai maupun pengancaman.




Menurutnya, terkait
pemberitaan mengenai ucapan anggota Eveline Sago yang menyebut "Kalau
tidak lari, Desember Safron akan selesai" menjadi viral dan dipolitisir
lawan politiknya dengan komentar yang berlebihan.




Ia menjelaskan,
kalimat tersebut bukan tujuan pengancaman menciderai, melainkan berkaitan
dengan proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sumatera Utara. Yang mana
penyidik cyber crime Ditreskrimsus
telah memanggil oknum yang menghujat dan menghina Eveline belakangan ini di
media sosial atas laporan polisi Eveline di Polda Sumut.




"Untuk itu saya
mengimbau kepada semua pihak agar tidak mempolitisir pernyataan Eveline
tersebut karena kalimat tersebut bukan ancaman melakukan perbuatan yang
dilarang hukum. Siapapun orangnya jika dihina dan dihujat terus pasti akan
bertindak secara hukum, jika fitnahan atau pencemaran nama baik di medsos
tersebut tidak benar," kata Ridwan dalam siaran pers yang diterima awak
media, Senin (18/11/2019).




Di sisi lain, Ridwan
mengungkapkan bahwa Eveline Sago adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang lahir
dan besar di Medan, Sumatera Utara. Ayahnya adalah Ignatius Sago, sementara
ibunya bermarga Simarmata dari Tapanuli Tengah.




"Dan perlu
diketahui bersama, ayahnya Pak Ignatius Sago itu satu-satunya pengusaha melalui
PT Sago Nauli Grup yang sudah membuat dan menciptakan lapangan kerja bagi
puluhan ribu warga di Pantai Barat Mandailing Natal, dan sekarang kehidupan
masyarakat di sana sejahtera. PT Sago sudah berhasil membuka plasma bagi
masyarakat, ini fakta yang tidak terbantahkan. Oleh karena itu Eveline
mempunyai harkat, martabat dan harga diri sebagai WNI yang sama dengan WNI
lainnya," terang Ridwan Rangkuti.




Terkait masalah
mangrove, sambungnya. Ridwan mengimbau agar semua masyarakat menghormati proses
hukum yang sedang berjalan.




“Soal mangrove kan
proses hukumnya sedang berjalan, teman-teman pelapor silahkan kasih data ke
penyidik, dan sebaliknya pihak perusahaan berkewajiban membela kelanjutan usaha
perkebunan milik peserta plasma tersebut yang sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Mari kita saling menghormati dan tidak menyerang secara pribadi,"
pesannya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Berita Terkait
    Komentar
    0 Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    Komentar Facebook