Sabtu, 30 Mei 2020 WIB

Sebut Mimpi Jadi Negara Maju Bisa Dicapai, Jokowi: Kita Harus Kerja Keras, Kerja Cepat

Ahad, 20 Oktober 2019 18:14 WIB
Humas Setkab RI/Jay
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pelantikan dirinya sebagai Presiden RI Periode 2019-2024 di hadapan Sidang Paripurna MPR RI, di Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019) sore.

Indomedia.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan,
bahwa cita-cita kita di Tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya,
telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah menjadi negara maju dengan
pendapatan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan,
Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun Dolar AS, dan Indonesia
sudah masuk ke lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen,
sangat memungkinkan untuk dicapai.

 

“Namun, semua itu
tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras,
dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang
produktif,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam rangka
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2019-2024, di Gedung
MPR-DPD-DPR RI, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019) sore.

 

Dilansir dari situs
resmi Setkab RI, Presiden menegaskan, dalam dunia yang penuh risiko, yang
sangat dinamis, yang sangat kompetitif, kita harus terus mengembangkan
cara-cara baru, nilai-nilai baru.

 

“Jangan sampai kita
terjebak dalam rutinitas yang monoton,” ujarnya.

 

Harusnya, lanjut
Presiden, inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya. Ia mengungkap
contoh saat tahun pertama di Istana lima tahun lalu, saat mengundang masyarakat
dan pejabat untuk halalbihalal. Menurut Presiden, saat itu protokol meminta
dirinya untuk berdiri di satu titik, dirinya ikut.

 

“Tahun pertama, saya
ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik
yang sama, di titik itu lagi. Langsung saya bisik-bisik, saya bilang ke
Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, ini akan jadi
kebiasaan, di titik itu lagi. Dan itu akan dianggap sebagai aturan dan kalau
itu diteruskan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang. Berdirinya
di situ terus,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, inilah yang namanya
monoton dan rutinitas.

 

Presiden menjelaskan,
mendobrak rutinitas adalah satu hal, dan meningkatkan produktivitas adalah hal
lain yang menjadi prioritas kita.

 

“Jangan lagi kerja
kita berorientasi pada proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil yang
nyata,” tegasnya.

 

Buat Masyarakat
Menikmati Pembangunan Presiden Jokowi mengaku sering mengingatkan kepada para
menteri, bahwa tugas pemerintah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan,
tetapi tugas pemerintah adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan,
menikmati pembangunan.

 

Diungkapkan Presiden,
seringkali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah
dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai. Namun kenyataannya,
setelah dicek di lapangan, setelah dirinya bertanya ke rakyat, ternyata
masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya.

 

“Sekali lagi, yang
utama itu bukan prosesnya, yang utama itu adalah hasilnya,” tegas Presiden
Jokowi.

 

Menurut Presiden,  cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika
kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Di situ ada sent, artinya telah
terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Ia menegaskan, tugas
pemerintah itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent.

 

“Saya tidak mau
birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya
paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi kita itu
menjamin agar manfaat program itu dirasakan oleh masyarakat,” tegas Presiden
Jokowi.

 

Acara pelantikan
Presiden RI dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 itu dihadiri oleh Presiden ke-5
RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan
Wakil Presiden Hamzah Has, mantan Wakil Presiden Boediono, mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dan Ibu Wury Estu
Handayani (istri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

 

Selain itu juga tampak
sejumlah tamu negara di antaranya Sultan Hassanah Bolkiah (Brunei Darussalam),
PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Kamboja Husen, PM Australia Scott Morrison,
dan Raja Eswatini Maswati III. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook