Sabtu, 11 Juli 2020 WIB

Selamat Datang Mendagri Tito Karnavian

Rabu, 23 Oktober 2019 20:34 WIB
kemendagri.go.id
Serah Terima Jabatan Mendagri dan Kepala BNPP dari Tjahjo Kumolo kepada Tito Karnavian, di Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Indomedia.co - Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian merupakan
sosok yang tak asing lagi di tengah masyarakat. Kepiawaiannya dalam memimpin
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kepolisian Negara RI telah
diakui banyak pihak. Sepak terjangnya dalam membongkar jaringan terorisme pun
tak dapat diragukan lagi. Kini, orang yang pernah menjadi orang nomor satu di
Kepolisian itu, mendapat amanah sebagai Menteri Dalam Negeri Periode 2019-2024 Kabinet
Indonesia Maju di bawah komando Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf
Amin.




Sekjen Kemendagri Hadi
Prabowo mengucapkan selamat datang kepada Tito Karnavian selaku Mendagri dan
Kepala BNPP, dalam Silaturahmi dan Serah Terima Jabatan Mendagri dan Kepala
BNPP, di Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/10/2019).




“Kepada Bapak Tito
Karnavian yang mendapat amanah sebagai Mendagri, kedudukan bapak juga ex-officio menjadi Kepala BNPP. Selamat
datang kami ucapkan di tengah-tengah keluarga Kemendagri dan BNPP. Kami siap
melaksanakan penugasan, arahan, amanat apa yang diinstruksikan oleh Bapak
Mendagri,” kata Hadi.




Dilansir dari situs
resmi Kemendagri, Hadi juga meyakini, tugas menjadi Kapolri tak akan bebeda
jauh dengan Mendagri. Irisan besarnya misalnya terlihat dari pengawasan
penyelenggaraan Pemerintah Daerah termasuk dalam menjaga stabilitas daerah.




“Tugas Bapak sebagai
Kapolri tidak berbeda jauh dengan Mendagri, karena menjaga ketenteraman dan
ketertiban ini juga bagian dari Mendagri. Bapak membawahi 34 Provinsi, dan
seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia, di sini pun bapak melakukan pengawasan
dalam penyelenggaraan pemda. Khusus Tahun 2020 tentu akan melaksanakan
pembinaan pilkada di 270 daerah,” ujar Hadi.




Dalam kesempatan
tersebut Mendagri Tito Karnavian juga mengucapkan terima kasih atas sambutan
Keluarga Besar Kemendagri dan BNPP. Ia juga mengaku akan bergerak cepat dan
menyesuikan gaya kepemimpinan dan arahan Presiden Joko Widodo dalam bekerja.




“Saya mengucapkan
terima kasih atas sambutan yang hangat, sengaja saya sepakat dengan Pak Tjahjo,
setelah selesai rangakaian di Istana, langsung ke sini, karena masing-masing
kita udah dikejar kegiatan lain, kami sudah tahu pola kepemimpinan Presiden
kita ini langsung tancap gas, kerja, kerja, kerja!” kata Tito.




Menurutnya,
terpilihnya ia sebagai Mendagri 2019-2024 merupakan momentum yang tak akan
dilupakan. Pasalnya, jabatan tersebut merupakan amanah yang membuat ia
menanggalkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Kepolisian RI, juga sebagai
anggota Kepolisian.




“Ini momentum yang tak
akan terlupakan, jabatan dan amanah yang diberikan oleh Allah melalui Presiden
ini membawa konsekuensi karir saya sebagai Anggota Kepolisian dan Kapolri,
karena menjabat jabatan yang dijabat oleh sipil, maka saya harus berhenti bukan
hanya sebagai Kapolri, tetapi juga sebagai Anggota Polri,” ungkapnya.




Pengalaman menjadi
seorang yang menduduki jabatan Sipil merupakan hal yang baru baginya. Terlebih,
kultur atau budaya kerjanya juga sangat berbeda dibandingkan lingkungan
Kepolisian.




“Ini hal baru bagi
saya masuk ke yang sepenuhnya sipil, yang memiliki kultur dan tata nilai yang
berbeda dengan Kepolisian. Meskipun pengalaman saya di Kepolisian salama 33
tahun cukup panjang, pernah jadi Kapolda Papua, Kapolda Polda Metro Jaya,
mengelola BNPT, hingga Kapolri, tetap ini merupakan pengalaman yang baru, dari
kultur yang memiliki tata nilai yang tersendiri, disiplin dan komando tunggal
menjadi kultur yang lebih cair dan fleksibel,” jelas Tito.




Dipaparkan Tito,
sebagai Kementerian tertua, Kemendagri menghadapi tantangan yang kian kompleks.
Dengan adanya sistem Otonomi Daerah, kepala daerah memiliki kewenangan
tersendiri dalam mengurus daerahnya, meski tetap dalam pengawasan Kemendagri
sebagai poros pemerintahan dalam negeri.




“Ke depan tantangan
kita sangat berat. Kemendagri salah satu kementerian yang disebut dalam
konstitusi yang menjadi kementerian tertua dan tidak bisa diubah, di era
demokrasi saat ini dengan adanya Otonomi Daerah semakin menjadi kompleks. Beda
menjadi Mendagri di era Otonomi Daerah, para kepala daerah tidak ditunjuk oleh
pusat, tapi melalui Pilkada yang dipilih oleh rakyat sehingga tidak mungkin
bebas dari konflik kepentingan,” terangnya.




Atas dasar tersebut,
ia meminta dukungan semua pihak khususnya jajaran Kemendagri dan BNPP untuk
bersama membaktikan diri pada bangsa dan negara 
untuk menjawab tantangan tersebut.




“Prinsipnya saya ingin
diterima di keluarga besar Kemendagri dan BNPP, saya juga mengharapkan dukungan
dari seluruh jajaran untuk bersama kita membaktikan diri pada Pemerintah,
bangsa, negara, dan masyarakat sesuai yang diamanatkan kepada Kemendagri dan
BNPP,” imbuhnya.




Ia juga mengapresiasi
kinerja Mendagri 2014-2019 Tjahjo Kumolo. Menurut Tito, Tjahjo Kumolo merupakan
Guru Besar Politik yang telah banyak mengajari dan memberikan inspirasi di
bidang ilmu politik.




“Selamat jalan Pak
Tjahjo, terima kasih atas kehadiran Bapak selama lima tahun di Kemendagri dan
mengelola BNPP. Kami doakan bapak sehat dan mampu melaksanakan tugas di tempat
baru. Bagi saya, Bapak Tjahjo Kumolo merupakan guru besar politik dan bagaimana
keluasan ilmu pengetahuan serta kemampuan yang tajam dalam menggali
permasalahan, saya belajar dari Tjahjo Kumolo,” ujarnya.




Jenderal Pol (Purn) Tito
Karnavian merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1987 peraih bintang
Wiyata Cendekia dan menyandang predikat Cum Laude pada bidang Strategic Studies
with Interest on Terrorism di S Rajaratnam School of International Studies,
Nanyang Technological University, Singapore pada Tahun 2013. Pria kelahiran
Pelembang, 26 Oktober 1964 itu juga pernah menjabat sebagai Kapolda Papua
(2012), Kapolda Metro Jaya (2015), Kapolri (2016), hingga akhirnya menjabat sebagai
Menteri Dalam Negeri 2019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook