Selasa, 19 November 2019 WIB

Setelah 49 Kali Beraksi, Pimpinan Bandit Jalanan Becak Hantu di Medan Terkapar Dipelor Polisi

M JawiSelasa, 15 Oktober 2019 18:00 WIB
Istimewa
Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar menginterogasi Kopral yang duduk di kursi roda, dan tiga pelaku lainnya saat konferensi pers, di Mapolsek Medan Area, Selasa (15/10/2019).

Indomedia.co - Pimpinan kawanan bandit jalanan yang dikenal dengan sebutan becak hantu yang meresahkan masyarakat berhasil diamankan petugas kepolisian. Namun, saat hendak diamankan pelaku mencoba melarikan diri sehingga petugas melumpuhkan pelaku dengan menembak kedua kakinya. 


"Pimpinan kawanan bandit jalanan becak hantu bernama SS alias Kopral (20) merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar VI, Mandala By Pass, Kelurahan  Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan," kata Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, di Medan, Selasa (15/10/2019).


Anjas menuturkan bahwa penangkapan pelaku tersebut berawal dari sejumlah laporan polisi yang diterima Polsek Medan Area soal kehilangan sepeda motor. Kemudian, atas laporan yang diterima itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (12/10/2019) kemarin, Tim Pegasus Polsek Medan Area mendapat informasi terpercaya mengenai keberadaan pelaku.


"Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu ALP Tambunan langsung bergerak menuju lokasi di daerah Pasar III Saentis di tanah garapan Rambo," tuturnya. 


Polisi kemudian melakukan pengintaian dan melakukan penggerebekan setelah memastikan keberadaan pelaku di rumah tersebut. Hasilnya, petugas mengamankan empat orang pelaku dari rumah tersebut. 


"Keempat pelaku tersebut adalah SS alias Kopral, MP alias Marko, RA alias Rendi dan RS alias Oki. Saat diamankan dari kantong tersangka Kopral ditemukan kunci T," ucap Anjas. 


Kemudian, polisi juga menggeledah rumah tersebut dan menemukan tang potong besi, gunting seng dan kunci L, bahkan polisi juga menemukan pakaian tersangka Kopral saat terekam CCTV melakukan pencurian di TKP Jalan Wahidin, dan Jalan Kijang.


"Selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap tersangka Kopral, namun saat pengembangan tersangka berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tembakan peringatan tiga kali ke atas. Karena tersangka tidak mengindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dangan menembak ke arah kaki kiri dan kaki kanan tersangka," tegas Anjas. 


Anjas mengungkapkan bahwa dari hasil interogasi dan pengakuan tersangka Kopral, dia sudah melakukan pencurian kendaraan bermotor di wilkum Polrestabes Medan sebanyak 49 kali diantaranya 10 kali dengan menggunakan becak hantu.


"Dan selama Agustus si Kopral sporing ke Siantar di Parguguan tempat famili ceweknya, setelah teman-temanya ketangkap masalah becak hantu," ungkapnya. 


Sementara itu berdasarkan pengakuan tersangka, semua sepeda motor yang dicuri dijual kepada penadah dengan modus antar di jalan.


"Untuk penadahnya belum dilakukan penangkapan karena pelaku tidak diketahui alamatnya," pungkas Anjas. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook