Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

Soal Isu KSP dan Kepolisian ‘Buzzer’ Jokowi, Ketua Forum Aktivis 98: Maling Teriak Maling

Suwardi SinagaAhad, 06 Oktober 2019 11:34 WIB
Istimewa
Ketua Forum Aktivis 98 Sumatera Utara Muhammad Ikhyar Velayati Harahap.

Indomedia.co - Ketua Forum Aktivis 98 Sumatera Utara Muhammad Ikhyar Velayati Harahap menuding pembuat isu KSP dan kepolisian sebagai buzzer Jokowi adalah maling teriak maling.


“Isu yang mengatakan KSP dan kepolisian sebagai buzzerr Jokowi merupakan fitnah yang sangat kejam yang bertujuan untuk melemahkan dan mendelegitimasi institusi negara di depan rakyat. Isu hoaks ini justru dilakukan oleh para buzzer yang tak henti melakukan serangan bertahun-tahun kepada Pemerintah RI sejak 2014 hingga 2019. Ini seperti maling teriak maling,” ujar Ikhyar dalam keterangan tertulisnya kepada Indomedia.co, Sabtu (5/10/2019) malam.


Ikhyar melanjutkan, selama ini Jokowi merupakan kepala negara yang paling banyak difinah dan diterpa isu hoaks yang dilakukan para buzzer secara TSM.


“Jika mau jujur, sejak Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019, Jokowi adalah satu-satunya presiden di dunia yang paling banyak diterpa isu hoaks yang dilakukan oleh para buzzer secara terencana, terstruktur, sistematis, dan massif dari tahun ke tahun tanpa henti. Jika Pilpres 2014 isu yang dituduhkan ke Jokowi adalah anti-Islam, prokomunis, dan pro-Cina," ujarnya.


Ikhyar menambahkan, pada Pilpres 2019 Jokowi juga difitnah para buzzer dengan empat isu yang sangat tidak masuk akal.


“Isu hoaks pertama adalah isu terkait pelajaran agama akan dihapus, kedua isu hoaks terkait larangan azan, kemudian daftar isu hoaks ketiga dan keempat terkait isu akan dilegalkannya zina dan pernikahan sejenis,, yang menurut Jokowi saat itu tidak mungkin terjadi selama dia dan Kiai Ma'ruf memimpin Indonesia,” kata Ikhyar.


“Yang anehnya, saat ini para lawan politik Jokowi yang menghembuskan isu tersebut, justru menolak pasal-pasal RKUHP yang mempidana orang yang melakukan zina, kumpul kebo, dan pencabulan seperti yang tertuang dalam Pasal 417 ayat 1 dan Pasal 421 RKUHP, sindir Ikhyar.


Ikhyar curiga isu KSP dan kepolisian sebagai buzzer Jokowi yang digelindingkan saat ini merupakan bagian dari kerja kerja buzzer yang tergabung dalam kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan kelompok Saracen.


“Saya curiga isu buzzer yang di gelindingkan saat ini merupakan bagian dari kerja kerja buzzer yang tergabung dalam kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan kelompok Saracen yang pernah ditangkap aparat kepolisian pada Tahun 2017. Karena jika dilihat dari modusnya hampir sama yaitu menyebarkan ujaran kebencian kepada pemeriintah yang sah serta tidak segan-segan membuat fitnah dan konten yang berbau SARA seperti kasus Papua,” ungkap Ikhyar yang juga dikenal Ketua Relawan Jokowi Jaringan Amar Ma’ruf Sumut. (***)


Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook