Ahad, 23 Februari 2020 WIB

Soal Isu KSP dan Kepolisian ‘Buzzer’ Jokowi, Ketua Forum Aktivis 98: Maling Teriak Maling

Suwardi SinagaAhad, 06 Oktober 2019 11:34 WIB
Istimewa
Ketua Forum Aktivis 98 Sumatera Utara Muhammad Ikhyar Velayati Harahap.

Indomedia.co - Ketua
Forum Aktivis 98
Sumatera Utara Muhammad Ikhyar Velayati Harahap menuding pembuat isu KSP dan kepolisian sebagai buzzer Jokowi adalah maling teriak
maling
.




“Isu yang mengatakan KSP dan kepolisian
sebagai buzzerr Jokowi merupakan
fitnah yang sangat kejam yang bertujuan untuk melemahkan dan mendelegitimasi
institusi negara di depan rakyat. Isu hoa
ks ini justru dilakukan oleh para buzzer yang tak henti melakukan serangan
bertahun
-tahun
kepada
Pemerintah
RI sejak 2014 hingga 2019
. Ini seperti maling teriak maling,” ujar Ikhyar dalam keterangan tertulisnya
kepada Indomedia.co,
Sabtu (5/10/2019) malam.




Ikhyar melanjutkan, selama ini Jokowi
merupakan kepala negara yang paling banyak difinah dan diterpa isu hoak
s yang dilakukan para buzzer secara TSM.




“Jika mau jujur, sejak Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019, Jokowi
adalah satu
-satunya
presiden di
dunia yang paling banyak diterpa isu hoa
ks yang dilakukan oleh para buzzer
secara terencana, terstruktur, sis
tematis, dan massif dari tahun ke tahun tanpa henti. Jika Pilpres 2014 isu yang dituduhkan
ke Jokowi adalah anti
-Islam, prokomunis, dan pro-Cina," ujarnya.




Ikhyar menambahkan, pada Pilpres 2019 Jokowi juga
difitnah para buzzer dengan
empat isu yang sangat
tidak masuk akal
.




“Isu hoaks pertama adalah isu terkait pelajaran agama akan
dihapus, kedua isu hoa
ks terkait larangan azan, kemudian daftar isu hoaks ketiga dan keempat
terkait isu akan dilegalkannya zina dan pernikahan sejenis,, yang menurut
Jokowi saat itu t
idak mungkin terjadi selama dia dan Kiai Ma'ruf memimpin Indonesia,” kata Ikhyar.




“Yang anehnya, saat ini para lawan politik
Jokowi yang menghembuskan isu tersebut, justru menolak pasal
-pasal RKUHP yang
mempidana orang yang melakukan zina, kumpul kebo
, dan pencabulan seperti yang tertuang dalam Pasal 417 ayat 1 dan Pasal 421 RKUHP, sindir Ikhyar.




Ikhyar curiga isu KSP dan kepolisian sebagai buzzer Jokowi yang digelindingkan saat
ini merupakan bagian dari kerja kerja buzzer
yang tergabung dalam kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan kelompok
Saracen
.




“Saya curiga isu buzzer yang di gelindingkan saat ini merupakan bagian dari kerja
kerja buzzer yang tergabung dalam
kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan kelompok Saracen yang pernah ditangkap
aparat kepolisian pada
Tahun 2017. Karena jika dilihat dari modusnya hampir sama yaitu
menyebarkan ujaran kebencian kepada pemeriintah yang sah serta tidak segan
-segan membuat fitnah dan
konten yang berbau SARA seperti kasus Papua
,” ungkap Ikhyar yang juga dikenal Ketua Relawan Jokowi
Jaringan Amar Ma’ruf Sumut.

(***)




Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook