Jumat, 10 Juli 2020 WIB

Sopir Bus Minta Polisi Bubarkan Warga Madina Demo Blokir Jalinsum

Suwardi SinagaSenin, 29 Juni 2020 23:21 WIB
Istimewa
Sopir bus menyayangkan aksi pemblokiran Jalinsum di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara yang berakhir ricuh, dan berlangsung hingga Senin malam, 29 Juni 2020.

Indomedia.co - Aksi pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara yang berakhir ricuh, Senin, 29 Juni 2020, disayangkan para sopir bus lintas provinsi.

Seperti diungkapkan H Harahap salah seorang sopir bus yang datang dari Jakarta menuju Kota Medan mengaku sampai saat ini masih tertahan.

Baca: Penyaluran BLT-DD Mompang Julu Sesuai Hasil Musdes

"Kasihan para penumpangnya, bang. Banyak anak kecil di dalam bus. Sangat disesalkanlah aksi demo warga hingga menutup jalan lintas. Saya minta polisi harus membubarkan ini karena sudah mengganggu kepentingan umum," ungkapnya, Senin malam.

Hal senada disampaikan Nasution yang mengaku akibat aksi pemblokiran jalinsum ini membuat pengiriman barang dari Kota Padang ke Medan terhambat.

Baca: Ricuh Menuntut Pencopotan Kades, Massa Bakar Mobil Dinas Wakapolres Madina

"Kalau bisa secepatnya para demonstran dibubarkan, pak. Jadi terlambat pengiriman barang," akunya.

Diketahui, aksi pemblokiran Jalinsum di Desa Mompang Julu oleh sebagian masyarakat menuntut menurunkan jabatan Kepala Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal.

Baca: Aksi Blokir Jalan Nasional di Madina Berakhir Ricuh, Mobil Dibakar

Dalam orasi beberapa mahasiswa menjelaskan Kepala Desa Mompang tidak transparan dalam pengelolaan dana desa serta diduga terjadi praktik KKN.

"Meminta klarifikasi dan informasi Bapak Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan tentang Dana Desa Anggaran TA 2018-2020. Ketika tidak bisa mengklarifikasi semua dugaan yang tercantum maka mundur sekarang juga," teriak warga.

Kabidhumas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, pemblokiran jalan yang dilakukan oleh massa semakin tidak terkendali dan melakukan penyerangan terhadap personel TNI-Polri dengan melemparkan kayu dan batu.

Baca: Gara-gara BLT, Warga Kembali Blokade Jalan Nasional di Madina

Massa juga melakukan tindakan pembakaran satu unit sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno, dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

T#g:
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook