Senin, 01 Juni 2020 WIB

Sudah Ditepungtawari, Puluhan Jemaah Asal Payakumbuh Batal Umrah

JojoJumat, 28 Februari 2020 16:20 WIB
Istimewa
Puluhan jemaah umrah berkumpul di Medan menunggu kepastian pemberangkatan, Jumat (28/2/2020).

Indomedia.co - Sebanyak 20 jemaah umrah asal Payakumbuh, Sumatera Barat yang rencananya diberangkatkan pada Ahad (1/3/2020) via Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, kini tertahan di Medan.


Pemberangkatan mereka dibatalkan karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan larangan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.


Hingga Jumat (28/2/2020), mereka masih menunggu di kediaman kerabat, di Jalan DI Panjaitan Medan, dan berharap kebijakan tersebut berubah, meski dengan syarat-syarat tertentu.


Menurut salah seorang calon jemaah umrah asal Payakumbuh, Yusrinda (58), ia menumpang di rumah abangnya sudah 20 hari, karena sebelum berangkat umrah, mereka harus kembali memeriksakan kesehatan, sekaligus satu persatu disuntik vaksin 15 hari sebelum berangkat.


Rencananya, pedagang buah Pasar Payakumbuh, Sumatera Barat ini akan berangkat bersama keluarga besar Asnir Hasyim, abangnya yang merupakan pemilik Toko Syifa, tempatnya menginap.


Dari kampung halaman, adik Asnir Hasyim ini sudah ditepungtawari oleh para kerabat dan tetangga. Namun ia tak menyangka kalau keberangkatannya mesti tertunda. Namun, ia masih berharap bisa ke Tanah Suci.


"Kita tunggulah," ungkapnya.


Selain Yusrinda, ada juga keponakannya Yenni Harianti yang rencananya berangkat ke Tanah Suci bersama keempat anaknya. Yenni mengaku tidak berencana menarik kembali ongkos umrah yang telah dibayar ke biro perjalanan Jejak Umroh, Jalan Sisingamangaraja, Medan.


"Gakada rencana (refund) kita tunggu saja, mungkin ini yang terbaik dari Allah," ungkapnya.


Karena adanya calon jemaah umrah yang berkumpul di Toko Syifa, pihak Travel Jejak Umroh, yang menjadi provider keberangkatan datang untuk menjelaskan informasi terkini perihal penundaan keberangkatan ke Tanah Suci.


Kini mereka hanya berharap ada upaya dari Pemerintah Indonesia agar perjalanan umrah dari Indonesia, mendapat pengecualian, meski harus menjalani beberapa prosedur sehingga ada keterangan medis para jemaah ini terbebas dari virus corona, sehingga Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan mereka menjalankan ibadah umrah.


"Tapi jika tidak, kami juga memahaminya karena demi kesehatan dan keselamatan jiwa kami para calon jemaah juga. Jadi kita tunggu sajalah," pungkasnya. (***)


Editor: Muhari

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook