Sabtu, 14 Desember 2019 WIB

Sumsel Bebas Asap, Posko Satgas Karhutla Ditutup

Suwardi SinagaAhad, 01 Desember 2019 22:24 WIB
Istimewa
Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) dan Dansatgas yang juga Danrem 044/Gapo Garuda Dempo Kolonel Arh Sonny Septiono pada penutupan dan ramah tamah Posko Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019, di Hotel Santika Primere, Palembang, Ahad (1/12/2019).

Indomedia.co - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Iriansyah menyampaikan penutupan Posko Satgas Gabungan Karhutla karena udara dan wilayah Sumatera Selatan sudah bebas asap.


Hal itu disampaikan Iriansyah pada penutupan dan ramah tamah Posko Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019, di Hotel Santika Primere, Palembang, Ahad (1/12/2019). 


"Selain itu, jarak pandang sudah lebih dari 10 km, dan ISPU di bawah 50," ucapnya.


Tim Satgas mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumsel dan BNPB. Selanjutnya kekurangan dalam operasional lapangan, akan menjadi bahan evaluasi kedepannya untuk satgas.


Kepala BNPB Doni Monardo juga hadir pada acara tersebut. Doni mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyelamatkan “Bumi Sriwijaya" dari kebakaran hutan dan lahan, karena bencana adalah urusan bersama.


Ada dua cara mengatasi karhutla, yang pertama mengubah perilaku seperti peningkatan ekonomi masyarakat dan himbauan dari pemuka agama/pemuka masyarakat. Kedua, jangan biarkan lahan gambut kering namun tetap basah, kembalikan hakekat gambut yakni basah, berair dan rawa.


"Lebih baik negara membayar untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, daripada untuk membiayai pemadaman api," tegasnya.


Pesan selanjutnya tidak boleh lagi ada kebakaran hutan dan lahan atau bertambah luas hutan dan lahan yang terbakar.


"Caranya, adanya sosialisasi kepada masyarakat, lalu hidup bersama mereka dan membuka lapangan kerja," katanya.


Dansatgas yang juga Danrem 044/Gapo Garuda Dempo Kolonel Arh Sonny Septiono menjelaskan selama pemadaman karhutla, tercatat ada 11.310 petugas gabungan yang terlibat. Selain itu juga tercatat untuk hotspot tertinggi di Sumatera Selatan adalah pada Tahun 2015 dengan 27.043 hotspot. Pada Tahun 2018 sejumlah 2.081 hotspot dan 2019 sejumlah 17.015 hotspot. Sudah 106.194.000 liter air untuk pemadaman api dan 115,5 ton penaburan garam TMC untuk hujan buatan. Sebanyak 46 orang ditangkap. Total 312 desa yang terjadi karhutla dengan upaya sosialisasi, giat patroli, pemadaman darat dan udara, sekat, pembasahan, sumur bor, tim PPRC, melaksanakan gakkum, doa dan Salat Istisqa, TMC serta penguatan media.


"Pelaksanaan giat operasi Satgas Gabungan Karhutla wilayah Sumatera Selatan dapat berjalan dengan aman dan terkendali. Permasalahan serta kendala di lapangan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang intensif antara instansi terkait," ucap Danstagas.


Pembubaran Satgas Gabungan secara resmi dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Tahapan yang sudah dilakukan adalah mulai dari  pencegahan, pengendalian dan pemadaman. Penghargaan kepada semua pihak, yang sudah peduli dengan kondisi alam di Sumatera Selatan.


"Atas nama masyarakat Sumatera Selatan kami mengucapkan terima kasih atas perhatian BNPB. Kami akan menjaga alam dan meningkatkan kesiapsiagaan agar tidak terbakar lagi di masa mendatang" harapnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook