Sabtu, 22 Februari 2020 WIB

Tak Terbukti Langgar UU Migas, Polres Tanjung Balai Bebaskan Mobil Tangki Bermuatan 18.000 Liter Solar

Suwardi SinagaJumat, 04 Oktober 2019 21:53 WIB
Istimewa
Mobil tangki bermuatan 18.000 liter solar yang dibebaskan oleh Polres Tanjung Balai.

Indomedia.co - Tidak terbukti melanggar
Pasal 53 maupun Pasal 55 UU 22
Tahun 2001 tentang Migas, Polres Tanjung Balai akhirnya membebaskan sopir dan kernet serta mobil tangki
berisi 18.000
liter BBM jenis solar.




"Dari hasil penyelidikan petugas Satreskrim Polres Tanjung
Balai, belum terpenuhinya unsur tindak pidana sebagaimana diatur d
alam ketentuan Pasal 53
maupun 55 UU 22/2001 tentang Migas, maka untuk kepastian hukum terhadap sopir
Rusli dan Suyatman berikut barang bukti mobil tangki BK 8297 ME haruslah dilepas
dengan alasan tidak terpenuhinya unsur tindak pidana," kata Kasat
reskrim Polres Tanjung
Balai
AKP Harefa saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/10/2019).




Harefa menambahkan, berawal dari informasi
masyarakat adanya kegiatan mencurigakan bongkar muat BBM di gudang milik PT
Sumber Jaya
,
Jalan Yos Sudarso
, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.




"Saat petugas ke lokasi, supir menunjukkan DO (delivery order) Nomor: 5552774755 Tanggal 2 Oktober 2019
dari PT Petro Andalan Nusantara (PAN) tentang pengambilan minyak jenis Petro 4
Diesel Fuel (solar non subisidi) sebanyak 18.000 liter dan diangkut dengan
mobil tangki Nopol  BK 8927 ME, dengan s
opir Rusli dan keluar dari
Terminal PT Andalan Nusantara
pada
Tanggal
2 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB, selanjutnya minyak
tersebut diserahkan ke PT Sumber Sawit Jaya Lestari PSBR-JY-PT Sumber Jaya via
Gudang PT Sumber Jaya di Teluk Nibung
, Kota Tanjung Balai," tambahnya.




Harefa menambahkan sopir juga menunjukkan izin usaha
pengangkutan minyak dan gas bumi PT Sumber Jaya sesuai dengan
Surat Keputusan Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal
Nomor:
64/1/IV/ESDM/PMDH/2018
Tanggal 27 Februari 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, berlaku selama lima tahun.




"Surat izin usaha pengangkutan masih berlaku, dan dari lampiran surat
izin tercantum bahwa mobil tangki
nopol BK 8927 ME termasuk alat angkutan dalam surat izin usaha angkutan migas," ungkapnya.




PT Petro Andalan Nusantara, jelas Harefa selaku yang menjual minyak
tersebut ke PT Sumber Jaya telah memiliki Izin Usaha Niaga Umum Bahan Bakar
Minyak sesuai
dengan Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor:
7/1/IB/ESDM/PMA/2016 Tanggal 11 Oktober 2016, dan masih  berlaku selama 10 tahun oleh Kementerian ESDM
dengan jenis bahan bakar
yang diniagakan sesuai izin salah satunya adalah Minyak Solar merk dagang
Petro-4.




Selain memiliki dokumen migas, PT Sumber Sawit Jaya
Lestari juga memiliki dokumen dan i
zin  penampungan minyak yang
diangkut oleh mobil tangki
nopol BK 8927 ME. Hal ini sesuai dengan dokumen dan menerangkan bahwa PT
Sumber Sawit Jaya Lestari bergerak di
bidang usaha pabrik kelapa sawit lokasi PKS di
Leidong Kabupaten Labuhan Batu dan memiliki gudang di
Teluk Nibung sebagai tempat
transit penyimpanan tandan buah segar kelapa sawit sekaligus sebagai gudang.




Lebih lanjut Harefa mengatakan dari hasil
penyelidikan yang dilakukan tidak ada alasan Polres Tanjung Balai menahan s
opir dan menyita barang
bukti.
(***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook