Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

Tak Terbukti Langgar UU Migas, Polres Tanjung Balai Bebaskan Mobil Tangki Bermuatan 18.000 Liter Solar

Suwardi SinagaJumat, 04 Oktober 2019 21:53 WIB
Istimewa
Mobil tangki bermuatan 18.000 liter solar yang dibebaskan oleh Polres Tanjung Balai.

Indomedia.co - Tidak terbukti melanggar Pasal 53 maupun Pasal 55 UU 22 Tahun 2001 tentang Migas, Polres Tanjung Balai akhirnya membebaskan sopir dan kernet serta mobil tangki berisi 18.000 liter BBM jenis solar.


"Dari hasil penyelidikan petugas Satreskrim Polres Tanjung Balai, belum terpenuhinya unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 53 maupun 55 UU 22/2001 tentang Migas, maka untuk kepastian hukum terhadap sopir Rusli dan Suyatman berikut barang bukti mobil tangki BK 8297 ME haruslah dilepas dengan alasan tidak terpenuhinya unsur tindak pidana," kata Kasatreskrim Polres Tanjung Balai AKP Harefa saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/10/2019).


Harefa menambahkan, berawal dari informasi masyarakat adanya kegiatan mencurigakan bongkar muat BBM di gudang milik PT Sumber Jaya, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.


"Saat petugas ke lokasi, supir menunjukkan DO (delivery order) Nomor: 5552774755 Tanggal 2 Oktober 2019 dari PT Petro Andalan Nusantara (PAN) tentang pengambilan minyak jenis Petro 4 Diesel Fuel (solar non subisidi) sebanyak 18.000 liter dan diangkut dengan mobil tangki Nopol  BK 8927 ME, dengan sopir Rusli dan keluar dari Terminal PT Andalan Nusantara pada Tanggal 2 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB, selanjutnya minyak tersebut diserahkan ke PT Sumber Sawit Jaya Lestari PSBR-JY-PT Sumber Jaya via Gudang PT Sumber Jaya di Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai," tambahnya.


Harefa menambahkan sopir juga menunjukkan izin usaha pengangkutan minyak dan gas bumi PT Sumber Jaya sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 64/1/IV/ESDM/PMDH/2018 Tanggal 27 Februari 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, berlaku selama lima tahun.


"Surat izin usaha pengangkutan masih berlaku, dan dari lampiran surat izin tercantum bahwa mobil tangki nopol BK 8927 ME termasuk alat angkutan dalam surat izin usaha angkutan migas," ungkapnya.


PT Petro Andalan Nusantara, jelas Harefa selaku yang menjual minyak tersebut ke PT Sumber Jaya telah memiliki Izin Usaha Niaga Umum Bahan Bakar Minyak sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 7/1/IB/ESDM/PMA/2016 Tanggal 11 Oktober 2016, dan masih  berlaku selama 10 tahun oleh Kementerian ESDM dengan jenis bahan bakar yang diniagakan sesuai izin salah satunya adalah Minyak Solar merk dagang Petro-4.


Selain memiliki dokumen migas, PT Sumber Sawit Jaya Lestari juga memiliki dokumen dan izin  penampungan minyak yang diangkut oleh mobil tangki nopol BK 8927 ME. Hal ini sesuai dengan dokumen dan menerangkan bahwa PT Sumber Sawit Jaya Lestari bergerak di bidang usaha pabrik kelapa sawit lokasi PKS di Leidong Kabupaten Labuhan Batu dan memiliki gudang di Teluk Nibung sebagai tempat transit penyimpanan tandan buah segar kelapa sawit sekaligus sebagai gudang.


Lebih lanjut Harefa mengatakan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tidak ada alasan Polres Tanjung Balai menahan sopir dan menyita barang bukti. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook