Rabu, 03 Juni 2020 WIB

Takaran Bantuan Diduga Dimanipulasi, Mangapul Purba: Usut Tuntas!

Suwardi SinagaSelasa, 19 Mei 2020 22:55 WIB
Istimewa
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumut Managapul Purba.

Indomedia.co - Terkait dugaan pengurangan takaran sembako bantuan Covid-19 Pemprov Sumatera Utara (Sumut) di Kabupaten Simalungun, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumut Managapul Purba meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan manipulasi tersebut serta meminta jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut agar mengevaluasi jajaran pelaksana pemberi bantuan.

"Ini benar-benar parah kalau memang terjadi, karena bisa jadi preseden buruk dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Kalau perlu berikan saja uang, jangan sembako agar lebih gampang dalam pengawasannya," ujar Mangapul dalam keterangan persnya, Selasa (19/5/2020).

Mangapul menambahkan seharusnya tidak ada pihak yang main-main mengurangi timbangan karena hal tersebut adalah perbuatan tidak bermoral, karena menyangkut bantuan rakyat miskin.

"Bayangkan kalau setiap paket dimanipulasi 2 kg dan dikalikan 78.000 paket itu sudah 156 ton dan tentu jumlah yang tidak sedikit. Jangan main-main dengan penderitaan rakyat, mbok ya dipahami betul aturan main atau regulasinya dalam memberikan bantuan," imbuh Mangapul geram.

Untuk itu menurut Mangapul, Fraksi PDI Perjuangan akan mengawasi seluruh bantuan di daerah agar tidak ada lagi kecurangan timbangan dalam sembako yang disalurkan kepada masyarakat, dan Fraksi PDI Perjuangan secara tegas meminta agar Pemprov, Polda, Kejati Sumut jangan lalai dengan masalah seperti ini apalagi dibiarkan.

"Harus langsung ditangani dengan cepat, karena kalau seluruh kabupaten/kota terjadi praktik seperti ini maka kita bisa bayangkan apa yang terjadi, dan ini yang selalu kita wanti-wanti jika ada bahaya Tikus-19 selain Covid-19 dan kita akan awasi terus agar tidak ada pihak yang mengeruk keuntungan di tengah pandemi," tegas Mangapul.

Dalam kesempatan tersebut Mangapul juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mendapati ada bantuan yang disunat agar rakyat tidak dirugikan.

"Kepada masyarakat kami mengimbau untuk melaporkan bila menemui kecurangan dalam bantuan sembako pemerintah, dan rakyat harus berani melapor ketika ada kecurangan dan manipulasi yang nyata," imbau Mangapul. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

T#g:
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook