Selasa, 10 Desember 2019 WIB

Terduga Teroris Yang Diamankan Tidak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila, Ditanya Cinta Indonesia, Mereka Diam Aja

Suwardi SinagaSenin, 18 November 2019 22:50 WIB
M Jawi
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memberikan keterangan kepada awak media, di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin (18/11/2019) pagi.

Indomedia.co - Sebagian besar terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Utara, tidak dapat hafal lagu Indonesia Raya dan Pancasila.


Hal tersebut dikatakan oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto saat meninjau langsung disposal bom yang dilakukan di lahan perkebunan PTPN II Helvetia, Jalan Sei Bedera Jatian, Pasar III Lori, Dusun XX, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/11/2019) sore.


"Saat diinterogasi, sebagian besar dari para tersangka itu tak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suruh hafal Pancasila juga nggak hafal. Ditanya cinta Indonesia, mereka diam aja," kata Kapolda.


Agus mengungkapkan bahwa kelompok ini berbait kelompok ISIS di Timur Tengah dan sudah mendeklarasikan setia terhadap pemimpin ISIS Al Baghdadi dan penggantinya.


"Tujuan mereka adalah ingin mendirikan negera sendiri, dan juga ingin menunjukkan eksistensinya" kata Agus.


Polisi masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan yang diketahui telah beberapa kali melakukan pelatihan di Kabupaten Karo itu. Apalagi, dengan tertangkapnya C yang merupakan bendahara jaringan ini, polisi akan menelusuri aliran uang masuk dan keluar.


"Kelompok ini cukup profesional. Sebab, masing-masing dari mereka memiliki peran berbeda, mulai dari perekrut, perakit bom, bendahara, dan eksekutor. Guru spiritual pelaku yang juga sudah diamankan diduga kuat sebagai perekrut. Mereka kemudian diduga dipaparkan paham radikal melalui pengajian-pengajian eksklusif dan tertutup," terang Kapolda.


Agus juga mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka juga terdeteksi mengunjungi dan berkomunikasi dengan narapidana teroris (napiter) yang mendekam di lapas-lapas di Sumut. Begitu pun, polisi tidak bisa menindak sembarangan sebelum para pelaku beraksi.


"Kalau mereka tak beraksi, kita juga tidak bisa melakukan penindakan. Setelah mereka melakukan aksi, kita melakukan pendalaman. Mereka ternyata berjaringan. Cukup besar," ungkapnya.


Hingga hari ini, ini tim gabungan Densus 88 dan Polda Sumut sudah mengamanakan 26 terduga teroris dari sejumlah rangkaian penangkapan di Sumut. Dari 26 orang yang diamankan, lima diantaranya merupakan wanita.


"Jadi, hingga saat ini ada 26 tersangka kita amankan. Dimana, lima berada di Mako Brimob dan 15 berada di Polda Sumut. Untuk yang tiga lagi masih dalam pemeriksaan petugas. Termasuk tiga yang meninggal dunia," tambahnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook