Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Terduga Teroris Yang Diamankan Tidak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila, Ditanya Cinta Indonesia, Mereka Diam Aja

Suwardi SinagaSenin, 18 November 2019 22:50 WIB
M Jawi
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memberikan keterangan kepada awak media, di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin (18/11/2019) pagi.

Indomedia.co - Sebagian besar terduga teroris yang diamankan
oleh Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Utara, tidak dapat hafal lagu
Indonesia Raya dan Pancasila.




Hal tersebut dikatakan
oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto saat meninjau langsung disposal
bom yang dilakukan di lahan perkebunan PTPN II Helvetia, Jalan Sei Bedera
Jatian, Pasar III Lori, Dusun XX, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan
Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/11/2019) sore.




"Saat
diinterogasi, sebagian besar dari para tersangka itu tak bisa menyanyikan lagu
Indonesia Raya. Suruh hafal Pancasila juga nggak hafal. Ditanya cinta
Indonesia, mereka diam aja," kata Kapolda.




Agus mengungkapkan
bahwa kelompok ini berbait kelompok ISIS di Timur Tengah dan sudah
mendeklarasikan setia terhadap pemimpin ISIS Al Baghdadi dan penggantinya.




"Tujuan mereka
adalah ingin mendirikan negera sendiri, dan juga ingin menunjukkan
eksistensinya" kata Agus.




Polisi masih terus
melakukan pengembangan terhadap jaringan yang diketahui telah beberapa kali
melakukan pelatihan di Kabupaten Karo itu. Apalagi, dengan tertangkapnya C yang
merupakan bendahara jaringan ini, polisi akan menelusuri aliran uang masuk dan
keluar.




"Kelompok ini
cukup profesional. Sebab, masing-masing dari mereka memiliki peran berbeda,
mulai dari perekrut, perakit bom, bendahara, dan eksekutor. Guru spiritual
pelaku yang juga sudah diamankan diduga kuat sebagai perekrut. Mereka kemudian
diduga dipaparkan paham radikal melalui pengajian-pengajian eksklusif dan
tertutup," terang Kapolda.




Agus juga
mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka juga terdeteksi mengunjungi dan
berkomunikasi dengan narapidana teroris (napiter) yang mendekam di lapas-lapas
di Sumut. Begitu pun, polisi tidak bisa menindak sembarangan sebelum para
pelaku beraksi.




"Kalau mereka tak
beraksi, kita juga tidak bisa melakukan penindakan. Setelah mereka melakukan
aksi, kita melakukan pendalaman. Mereka ternyata berjaringan. Cukup
besar," ungkapnya.




Hingga hari ini, ini
tim gabungan Densus 88 dan Polda Sumut sudah mengamanakan 26 terduga teroris
dari sejumlah rangkaian penangkapan di Sumut. Dari 26 orang yang diamankan, lima
diantaranya merupakan wanita.




"Jadi, hingga
saat ini ada 26 tersangka kita amankan. Dimana, lima berada di Mako Brimob dan
15 berada di Polda Sumut. Untuk yang tiga lagi masih dalam pemeriksaan petugas.
Termasuk tiga yang meninggal dunia," tambahnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook