Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Tito Karnavian: PSBB Kota Depok Penting Bagi Jakarta Melawan Covid-19

Suwardi SinagaSelasa, 05 Mei 2020 09:37 WIB
Dokumentasi
Mendagri Tito Karnavian.

Indomedia.co - DKI Jakarta merupakan episentrum penularan wabah Covid-19. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito menilai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berjalan sejak 15 April sudah cukup baik. Dengan kunjungan kerjanya pada Senin (4/5/2020), Tito berharap pemberlakuan PSBB di Kota Depok bisa berjalan lebih baik lagi.

Dalam keterangan tertulis Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga yang diterima awak media, Selasa (5/5/2020), disebutkan sejak pemberlakukan PSBB di Kota Depok memang angka penularan cenderung meningkat. Itu terjadi setelah adanya rapid test. Angka penularan selama PSBB 15-28 April rata-rata 8-9 orang per hari dibandingkan sebelum PSBB yang rata-rata 6-7 orang per hari.

Namun angka orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) cenderung menurun selama PSBB. Angka OTG selama PSBB menurun 22-23 orang per hari dibanding sebelum PSBB 48-49 orang per hari. Begitu juga dengan ODP yang menurun dari 83-84 menjadi 32-33 per hari. Sedangkan PDP menurun tipis dari sebelumnya 27-28 menjadi 26-27 per hari.

Oleh karenanya Tito berharap "kemenangan kecil" perlawanan terhadap Covid-19 di Kota Depok itu ditingkatkan menjadi kemenangan yang lebih besar, sehingga dalam waktu dekat ini Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.

"Keberhasilan Depok akan menjadi kunci keberhasilan DKI Jakarta melawan Pandemi Covid-19, karena DKI Jakarta adalah megapolitan yang menyatu dengan kota-kota satelit di sekitarnya, termasuk Depok. Perbatasan hanya di atas kertas, tanpa ada batas alam yang jelas," papar Tito di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Depok yang hadir dalam pertemuan, tentu saja dengan protokol Covid-19 yang ketat.

Kunker Mendagri Tito Karnavian ke Depok kali ini memang dalam rangka evaluasi pelaksanaan PSBB di Kota Depok yang telah berlangsung sejak 15 April hingga 28 April 2020 dan diperpanjang lagi 29 April hingga 12 Mei 2020. Satu di antara evaluasi itu adalah menghimpun beragam aspirasi dari pemerintah daerah dan warga setempat untuk dijadikan masukan yang akan menjadi kebijakan operasional pemerintah pusat.

Pertemuan dengan protokol Covid-19 yang ketat itu dihadiri Walikota Depok Muhammad Idris beserta jajarannya serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang antara lain dihadiri Ketua DPRD Depok Teungku Muhammad Yusuf Saputra, Kapolres Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Kejari Depok Yudi Triyadi, serta Ketua MUI Depok KH Ahmad Dimyati Badruzzaman.

Dalam arahannya, Mendagri Tito juga mengungkap, PDP nomor 1 dan nomor 2 yang setelah dilakukan serangkaian pengujian dinyatakan positif Corona, adalah warga Kota Depok. Dengan kata lain, kasus pasien Covid-19 yang pertama kali diekspos berasal dari Kota Depok. Untuk itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, rapid test dan pelacakan warga yang berinteraksi dengan pasien Covid-19 perlu terus digencarkan, serta pelaksanaan PSBB yang lebih efektif di Kota Depok terus perlu dilakukan. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook