Selasa, 07 Juli 2020 WIB

TNI AL Kembali Amankan 119 Orang Pekerja Migran Ilegal di Tanjung Tiram

Budi WSenin, 04 Mei 2020 14:24 WIB
Istimewa
119 orang Pekerja Migran ilegal yang melakukan perjalanan dari Malaysia, diamankan Tim F1QR Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I, di perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Ahad (3/5/2020) malam.

Indomedia.co - 119 orang Pekerja Migran tanpa dokumen resmi (ilegal) yang melakukan perjalanan dari Malaysia, diamankan Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I, di perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (3/5/2020) malam.

Penangkapan ini merupakan yang kesekaian kalinya dilakukan oleh petugas TNI AL. Para pekerja migran ini diringkus saat tengah berada di kapal motor (KM) tanpa nama.

"119 orang TKI ilegal yang terdiri atas 94 laki-laki, 21 perempuan, 2 balita perempuan, dan 2 balita laki-laki diamankan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Lanal TBA di Perairan Tanjung Tiram. Mereka ditemukan di KM tanpa nama yang melakukan lego jangkar di perairan tersebut," ungkap Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, dalam keterangannya, Senin (4/5/2020).

Dijelaskan olehnya, penangkapan terhadap 119 pekerja itu berawal dari informasi masyarakat bahwa akan masuk TKI ilegal dari Malaysia ke wilayah Sumatera Utara. Tim F1QR Lanal TBA kemudian mengintensifkan patroli, dan melakukan penyekatan di area perairan yang dicurigai menjadi jalur pelayaran kapal tersebut.

Ketika Patkamla Sea Rider RIB yang melaksanakan penyisiran di wilayah perairan Bagan Batak menuju Tanjung Tiram dan Kuala Tanjung, ditemukan kontak yang mencurigakan. Petugas langsung melaksanakan pengejaran. Sekitar 22.30 WIB tim berhasil menemukan KM tanpa nama yang diduga menjadi target operasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati 119 orang penumpang dan ABK sudah tidak di atas Kapal. Menurut keterangan penumpang, kapal melakukan lego jangkar dikarenakan mesin mati dan ABK meninggalkan kapal dengan menggunakan sampan untuk mencari teknisi.

"Tim memutuskan KM tanpa nama dengan 119 orang penumpang ditarik dengan menggunakan kapal nelayan menuju Pos TNI AL terdekat di Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara," terangnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Laksma TNI Abdul Rasyid K mengatakan saat ini Lantamal I mencatat sudah 496 TKI ilegal yang diamankan oleh Lanal Tanjung Balai Asahan yang merupakan Pangkalan TNI Angkatan Laut jajaran Lantamal I Koarmada I.

"Pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kita senantiasa berusaha untuk mencegah masuknya TKI ilegal supaya tidak lolos dari protokol pemeriksaan Covid-19, tentunya pemeriksaan itu diharapkan dapat memutus rantai penularan virus Corona yang dikhawatirkan masuk melalui TKI tersebut," jelas DanlantamaI.

Ia menyatakan, sudah bermacam cara dilakukan penyelundup untuk memasukan TKI ilegal. Mulai dari sandar di dermaga tidak resmi, diturunkan di pantai yang jauh dari akses masyarakat hingga meninggalkan di kapal yang lego jangkar. Hal ituakan dipelajari sehingga ke depan tidak kecolongan dengan modus baru para penyelundup.

"Patroli rutin dan patroli intelijen tetap dilakukan dan intensitasnya akan dinaikan pada saat ini dimana negara sedang mewaspadai pandemi COVID-19 terutama penyebarannya yang dikhawatirkan datang dari luar negeri. TNI AL khususnya Lantamal I Koarmada I melalui lanal jajaran akan terus meningkatkan tugas patroli yang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," pungkasnya.

Senin dinihari, KM tanpa nama dan seluruh penumpangnya tiba di Pelabuhan Tanjung Tiram. Seluruh penumpang yang merupakan TKI ilegal tersebut dilakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19, dan setelah itu diserahkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Batu Bara untuk dilakukan penanganan lebih lanjut serta karantina. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook