Jumat, 10 Juli 2020 WIB

Tuding Warga Terpapar Covid di Facebook, Mantan Anggota DPRD Sidimpuan Dipolisikan

Saut Togi RitongaJumat, 01 Mei 2020 20:18 WIB
Saut Togi Ritonga
Herman Lubis memperlihatkan bukti laporan.
Indomedia.co - Herman Lubis warga Jalan P Alboin Hutabarat Gang Dame, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, melaporkan oknum mantan Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan inisial TM atas kasus dugaan pencemaran nama baik ke Polres Padangsidimpuan.

Pengaduan ini berkenaan dengan postingan oknum TM tersebut di Facebook yang mengunggah kata-kata tidak benar yang diduga menyebut ibunda Herman Lubis terpapar Covid-19.

Herman kepada wartawan di Padangsidimpuan, Kamis (30/4/2020) mengungkapkan atas nama keluarga telah melaporkan oknum mantan dewan itu ke Polres Padangsidimpuan sesuai laporan polisi tertuang dalam Laporan Nomor: LP/141/IV/2020/SU/PSP Tanggal 29 April 2020.

Dalam laporannya, Herman menunjukkan hasil screenshot status Facebook TM pada 21 April 2020 yang sudah di-print yang isi tulisannya antara lain "Terimakasih, Walikota langsung turun tangan membagi sembako kepada warga miskin terpapar Covid-19, seperti foto di bawah ini. Rumahnya beton, halamannya luas. Sangat memprihatikan. Kasian," tulis akun TM dengan dibumbuhi emoticon menangis.

"Kata-kata dalam postingan TM yang ditujukan kepada ibu kami itu semua tidak benar sehingga kami merasa nama baik keluarga kami tercemar dengan postingan tersebut. Postingan itu sudah dilihat dan dikomen oleh khalayak ramai. Sedihnya lagi karena postingan itu ibu dan keluarga kami dikucilkan saudara maupun warga sekitar karena mengira ibunda kami terpapar Covid-19," ujar Herman.

Sebelum melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib, Herman menyebutkan bahwa ia bersama tiga saudaranya telah mendatangi oknum TM di kantornya di Kelurahan Losung, pada 25 April 2020, bermaksud meminta penjelasan terkait postingan tersebut, karena mereka menilai dampak status Facebook TM itu sangat merugikan harga diri keluarga mereka terkhusus tekanan batin terhadap ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan.

"Kami datang pada tanggal 25 April kemarin. Namun kami kecewa dia (TM) berkelit dan merasa tak bersalah dengan menyebut maksud postingan dia itu masyarakat 'terdampak' bukan masyarakat 'terpapar' padahal screenshot postingannya itu kami tunjukkan kepada dia. 'Tidak ada saya posting terpapar, terdampak nya saya posting'," ujar Herman meniru perkataan TM.

Dikatakannya, jika saja TM mengakui isi postingannya itu, kemudian memberikan klarifikasi, dan meminta maaf kepada orang tuanya mungkin persoalan itu tidak sampai ke ranah hukum.

"Tetapi sekarang nasi sudah jadi bubur. Keluarga kami sudah sangat terpukul dengan postingan Facebooknya, karenanya sangat kami harapkan agar pihak kepolisian dapat segera memproses pengaduan kami itu," harap Herman.

Kasatreskrim Polres Padangsidimpuan AKP Bambang H Tarigan saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, mengatakan akan melakukan penyelidikan.

"Kita panggil dan riksa para saksi dulu," ujarnya. (***)
Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook