Selasa, 19 November 2019 WIB

UPDATE Gempa M 6,8 Guncang Maluku, 23 Orang Meninggal Dunia

Suwardi SinagaJumat, 27 September 2019 09:07 WIB
Istimewa
Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa Magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah Maluku, Kamis (26/9/2019) pukul 06.46 WIB.

Indomedia.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat hingga Kamis (26/9/2019) pukul 21.53 WIT, total korban meninggal dunia akibat gempa Magnitudo 6,8 sebanyak 23 orang.


Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jumat (27/9/2019).


Korban meninggal tertinggi diidentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah, sebanyak 14 orang.


Selain di Kabupaten Maluku Tengah, korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon, sebanyak enam orang, dan Kabupaten Seram Bagian Barat tiga orang, jelas Agus.


BPBD setempat juga melaporkan bahwa lebih dari 100 orang menderita luka-luka. Korban luka disebabkan reruntuhan bangunan akibat gempa. 


Korban luka-luka terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. Lebih dari 100 orang mengalami luka di Desa Liang. Di Kota Ambon, lima orang luka dan telah mendapatkan perawatan medis. 


Sedangkan Kabupaten Seram Bagian Barat, satu orang luka di Desa Waisama. Sekitar 15.000 warga masih mengungsi pascagempa dikarenakan rumah mereka yang rusak dan mengantisipasi gempa susulan yang membahayakan bangunan tempat tinggal, kata Agus.


Sementara itu, kerusakan infrastruktur tidak hanya terjadi pada sektor perumahan tetapi juga fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran, dan fasilitas umum.


Kerusakan rumah di wilayah terdampak mencapai 171 unit, dengan rincian 59 rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan. Fasilitas pendidikan rusak sebanyak lima unit antara lain beberapa bangunan di Universitas Pattimura dan Kampus IAIN, ujar Agus.  


Berdasarkan situasi lapangan, beberapa kebutuhan berupa makan dan nonmakanan mendesak diperlukan selama penanganan darurat.


Berikut ini daftar nonmakanan mendesak yang dibutuhkan pascagempa Maluku, yaitu terpal sebanyak 30.000 lembar, tenda keluarga 20 buah, popok balita, pembalut perempuan, selimut 20.000 lembar, matras 5.000 lembar, tikar 10.000 lembar, alat penerang 20.000 buah dan tandom air beserta MCK. Tenda sangat dibutuhkan mengingat wilayah Maluku mengalami hujan. 


Sedangkan kebutuhan makan, jelas Agus, para penyintas membutuhkan makanan bayi sebanyak 120 paket, makanan dan minuman 20.000 paket, obat-obatan, air mineral, dan makanan siap saji. Di samping itu, pendekatan trauma healing diperlukan bagi anak-anak dan remaja.


Pemerintah daerah setempat dibantu banyak pihak masih terus melakukan upaya-upaya penanganan darurat di lapangan. Tim kaji cepat melakukan pendataan untuk melihat secara lebih rinci kondisi di lapangan. Tim BNPB telah berada di lokasi untuk mendukung penanganan darurat, pungkas Agus. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook