Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Ustaz Syahrul Siregar: Gubernur Kok Enggak Punya Inisiatif, Bisanya Cuma Marah

Suwardi SinagaRabu, 01 April 2020 10:17 WIB
Istimewa
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Ustaz Syahrul Siregar.

Indomedia.co - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ustaz Syahrul Siregar menilai Gubernur Sumut Edy Rahmayadi minim terobosan dalam memimpin Sumut.


Hal itu diungkapkan Syahrul menanggapi hasil rapat koordinasi antara Gubernur Sumut dan DPRD Sumut, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (30/3/2020) kemarin.


"Sebagai kepala daerah yang dipilih oleh rakyat Sumatera Utara dengan 54 persen pemilih dan sudah dilantik presidan hampir 2 tahun, program visi dan misi menjadikan Sumut Bermartabat sampai saat ini masih sebatas wacana," ujar Ustaz Syahrul dikantornya pada Selasa (31/3/2020).


Ustaz Syahrul mencotohkan pada sektor tata kelola pemerintahan, pejabat daerah setingkat Eselon II Kadis dan Kepala Biro sampai saat ini masih Banyak yang Pelaksana Tugas (Plt) dan itu aneh.


Di sektor infrastruktur masih jauh dari harapan, salah satu contoh jalan penghubung Kabupaten Paluta menuju Sipirok (Bunga Bondar) yang dibangun Raja Inal Siregar, sampai saat ini kondisinya masih memprihatinkan padahal daerah tersebut penyumbang suara terbesar Edy Rahmayadi dan setahun yang lalu gubernur telah berkunjung kesana.


"Masyarakat di sana belum merasakan kemerdekaan dari sisi infrastruktur," tegas Ketua DPD Bamusi Sumut tersebut.


Terkait penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Utara, sebagai gubernur belum terlihat punya inisiatif yang nyata.


"Terdengar dari apa yang disampaikan pada rapat koordinasi kemarin, Gubernur Sumut mengatakan dana ada barang langka, ucapan tersebut membuat anggota dewan angguk-angguk namun di dalam hati berkata gubernur kok gak punya insiatif, bisanya cuma marah," beber Ustaz Syahrul.


Menurut Ustaz Syahrul sebaiknya Gubernur Sumut belajar dari provinsi lain dan punya inisiatif, memberdayakan UKM dalam menyikapi kurangnya APD (alat pelindung diri) agar masyarakat sumut dapat mempergunakannya, terkhusus buat para dokter, perawat dan tenaga medis lainnya.


Selain itu sebaiknya gubernur mengalokasikan anggaran untuk mengatasi Covid-19 dan ketahanan pangan apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadan. Jika pangan tidak tercukupi akan berdampak buruk bagi masyarakat.


"Semoga Gubernur Sumut tidak panik dan marah-marah dalam menghadapi Covid -19 dan punya inisiatif, mari duduk sama, komunikasi dan jangan malu untuk menerima pendapat orang lain, serta banyak belajar untuk menjadikan Sumut Bermartabat," pungkas Ustaz Syahrul. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook