Sabtu, 11 Juli 2020 WIB

Ustaz Syahrul Siregar: Jadikan Puasa Ramadan di Tengah Pandemi Sebagai Perekat Persatuan

Suwardi SinagaJumat, 01 Mei 2020 21:11 WIB
Dokumentasi
Ustaz Syahrul Siregar.
Indomedia.co - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ustaz Syahrul Siregar mengimbau masyarakat Sumut agar meningkatkan kesabaran dalam menghadapi Covid-19 di bulan Ramadan ini.

"Puasa tahun ini bertepatan pula dengan mewabahnya Covid-19. Semua orang merasa was-was, sebab virus tersebut menyerang tanda kompromi. Oleh kerena itu puasa Ramadan di tengah krisis saat ini harus dijadikan alat perekat sesama anak bangsa dengan mengedepankan sikap saling menghargai dan saling menghormati," ujar Ustaz Sayhrul Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Jumat (1/5/2020).

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut tersebut juga mengatakan bahwa kucuran dana untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 cukup besar dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan Dana Desa dan Kelurahan ikut terkuras untuk mengatasi dan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19. Untuk itu kucuran dana tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pemerintah pusat sigap dalam menanggulangi pandemi Covid-19, termasuk menanggulangi masalah ekonomi, walaupun masih ada kekurangan, seperti persoalan data masyarakat miskin yang sampai saat ini belum rampung akan tetapi kerja keras pemerintah harus dihargai," ujar Ketua DPD Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Sumut tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Syahrul Siregar juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumut Edi Rahmayadi yang mampu menjadikan Sumut sebagai provinsi terendah penyebaran Covid-19 dari 34 provinsi di Indonesia.

"Saatnya kita bersatu menghilangkan perbedaan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Sumatera Utara, terutama dalam menanggulangi Covid-19," lanjutnya.

Puasa Ramadan ini merupakan ujian kesabaran dan keikhlasan dan jika dihayati menurut Ustaz Syahrul akan menjadi perekat di tengah umat, karena di bulan puasa umat Islam dituntut pula untuk melaksanakan ibadah sosial seperti sedekah, hibah, hadiah, zakat harta, zakat fitrah kepada sesama dengan nilai amal yang berlipat ganda.

"Dari segi budaya tentu ibadah sosial tersebut erat kaitannya dengan gotong royong, dan sifat gotong royong itu melekat pada kepribadian rakyat Indonesia secara umum, dan ketika gotong royong itu dimunculkan, maka tidak ada perbedaaan suku, agama, ras, dan antargolongan," lanjut alumni Universitas Al Washliyah Medan serta Magister Ekonomi Islam UINSU itu.

Dalam menanggulangi Covid-19, Ustaz Syahrul mengajak masyarakat untuk mendukung progam pemerintah dengan tidak membiarkan Gubernur Sumut bekerja sendiri dan mencari kesalahan gubernur.

"Karena Covid-19 merupakan musibah yang melanda dunia maka wajib hukumnya bagi diri kita untuk menanggulangi bersama-sama sesuai firman Allah dalam Quran Surat Attahrim ayat 6 yang artinya jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka. Allah SWT juga mengingatkan dalam Quran Surat Ar Ra'd ayat 11 yang artinya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka merubah nasib mereka," pungkasnya. (***)
Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook