Sabtu, 30 Mei 2020 WIB

Veteran Ini Tinggal di Masjid 20 Tahun Lebih

Suwardi SinagaSabtu, 09 November 2019 15:07 WIB
Istimewa
Mangara Hutabarat.

Indomedia.co - Selama dua puluh tahun
lebih
seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia bernama Mangara Hutabarat menetap di Masjid Al Ikhlas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Ia menetap di masjid sejak Tahun 1992. Sebelum menetap di masjid, pejuang ini kerap
berpindah-pindah tempat
tinggal.




Mangara Hutabarat merupakan putra kelahiran Tapanuli Tengah pada Tahun 1928 silam. Ia mulai menetap di Kota Medan sejak Tahun 1954, dan telah melakukan
beberapa kali pertempuran
. Setelah menikah lalu memiliki enam orang anak, Mangara akhirnya masuk
sebagai salah satu pejuang kemerdekaan dengan terdaftar sebagai anggota
LVRI sejak Tahun 1992, dan bergaji tetap dari
negara hingga sekarang
.




Kepada awak media,
Sabtu (9/11/2019), Mangara mengisahkan, d
alam kehidupan
perekonomiannya
, pejuang kemerdekaan ini kurang beruntung. Ia tidak memiliki rumah sejak pindah dari Sibolga. Di Tahun 1992 ia menetap di
kawasan
Tanjung
Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan
lalu berpindah lagi ke kawasan
Bandar Setia di kecamatan yang sama.




Setelah
beberapa kali pindah rumah kontrakan
,
ia diminta warga untuk menjadi nazir Masjid Al Ikhlas di Jalan Terusan, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan sejak Tahun 1992. Gajinya dari negara ia
sisihkan sedikit demi sedikit untuk membeli sepetak tanah
. Karena uang dimilikinya
masih kurang ia pun mencicil tanah yang terletak di dekat m
asjid tempat ia tinggal. Tanah yang dicicilnya
resmi menjadi miliknya sejak empat tahun silam dan ia membangun rumah
sederhana.




Sementara
itu teman seperjuangannya
, Misran yang lebih tua dari Mangara Hutabarat satu tahun, menetap di Jalan Dame, Desa Bandar
Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.




Misran
merupakan anggota dari
Manaf Lubis yang melakukan perlawanan terhadap Belanda.
Ia dan Mangara pernah bertempur
bersama di kawasan
Pasar Sukaramai yang terkenal dengan perang Medan Area. Saat ini Misran merupakan veteran tertua yang masih hidup.




Pergolakan
yang dilakukan para veteran saat melawan penjajah sebelum
Tahun 1945 merupakan
sebuah pengorbanan besar
. Para pejuang rela meninggalkan keluarga dan mempertaruhkan nyawa di
medan perang
. Seperti Misran yang harus terkena tembakan tentara Belanda di kakinya saat
berperang
,
dan
Mangara
yang meninggalkan keluarga bertahun-tahun untuk berperang
. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook