Kamis, 14 November 2019 WIB

Veteran Ini Tinggal di Masjid 20 Tahun Lebih

Suwardi SinagaSabtu, 09 November 2019 15:07 WIB
Istimewa
Mangara Hutabarat.

Indomedia.co - Selama dua puluh tahun lebih seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia bernama Mangara Hutabarat menetap di Masjid Al Ikhlas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Ia menetap di masjid sejak Tahun 1992. Sebelum menetap di masjid, pejuang ini kerap berpindah-pindah tempat tinggal.


Mangara Hutabarat merupakan putra kelahiran Tapanuli Tengah pada Tahun 1928 silam. Ia mulai menetap di Kota Medan sejak Tahun 1954, dan telah melakukan beberapa kali pertempuran. Setelah menikah lalu memiliki enam orang anak, Mangara akhirnya masuk sebagai salah satu pejuang kemerdekaan dengan terdaftar sebagai anggota LVRI sejak Tahun 1992, dan bergaji tetap dari negara hingga sekarang.


Kepada awak media, Sabtu (9/11/2019), Mangara mengisahkan, dalam kehidupan perekonomiannya, pejuang kemerdekaan ini kurang beruntung. Ia tidak memiliki rumah sejak pindah dari Sibolga. Di Tahun 1992 ia menetap di kawasan Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan lalu berpindah lagi ke kawasan Bandar Setia di kecamatan yang sama.


Setelah beberapa kali pindah rumah kontrakan, ia diminta warga untuk menjadi nazir Masjid Al Ikhlas di Jalan Terusan, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan sejak Tahun 1992. Gajinya dari negara ia sisihkan sedikit demi sedikit untuk membeli sepetak tanah. Karena uang dimilikinya masih kurang ia pun mencicil tanah yang terletak di dekat masjid tempat ia tinggal. Tanah yang dicicilnya resmi menjadi miliknya sejak empat tahun silam dan ia membangun rumah sederhana.


Sementara itu teman seperjuangannya, Misran yang lebih tua dari Mangara Hutabarat satu tahun, menetap di Jalan Dame, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Misran merupakan anggota dari Manaf Lubis yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Ia dan Mangara pernah bertempur bersama di kawasan Pasar Sukaramai yang terkenal dengan perang Medan Area. Saat ini Misran merupakan veteran tertua yang masih hidup.


Pergolakan yang dilakukan para veteran saat melawan penjajah sebelum Tahun 1945 merupakan sebuah pengorbanan besar. Para pejuang rela meninggalkan keluarga dan mempertaruhkan nyawa di medan perang. Seperti Misran yang harus terkena tembakan tentara Belanda di kakinya saat berperang, dan Mangara yang meninggalkan keluarga bertahun-tahun untuk berperang. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook