Kamis, 17 Januari 2019 WIB

17 Orang Meninggal Dalam Aksi Kekerasan Terkait Pemilu di Bangladesh

Senin, 31 Desember 2018 10:17 WIB
Reuters
Salahuddin Ahmed, seorang kandidat pemilu dari Bangladesh Nationalist Party (BNP) tampak berdarah karena ditikam di Dhaka, Ahad (30/12/2018).

Indomedia.co - Sedikitnya 17 orang meninggal dunia dalam aksi-aksi kekerasan terkait pemilihan umum di Bangladesh, Ahad (30/12/2018).


Hasil-hasil sementara menunjukkan Partai Liga Awami pimpinan Perdana Menteri Sheikh Hasina akan mendapat kemenangan besar, tapi para penentangnya mengecam adanya intimidasi terhadap pemilih dan berbagai "ketidakberesan" dalam pemilihan umum itu.


Dilansir dari VOA Indonesia, tokoh aliansi oposisi Kamal Hossain menyebut pemilihan itu sebagai "banyolan" dan mengatakan hasilnya pasti akan ditolak oleh rakyat.


Aksi kekerasan antara pendukung partai yang berkuasa dan kelompok oposisi terus berlangsung sampai dimulainya pemungutan suara walaupun 600.000 tentara dan pasukan keamanan lainnya dikerahkan di Bangladesh untuk menjaga keamanan.


Jumlah pemilih yang memberikan suara tampak sedikit dalam pemilihan umum yang tadinya diharapkan akan berlangsung baik dalam satu dasawarsa itu. Lawan utama Sheikh Hasina, bekas Perdana Menteri Khaleda Zia, dari Partai Nasionalis Bangladesh, berada di penjara atas tuduhan korupsi dan dilarang ikut pemilu. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: voaindonesia.com

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook