Sabtu, 25 Mei 2019 WIB

Jokowi Kecam Aksi Pengeboman di Sri Lanka, Belum Ada Korban WNI

Senin, 22 April 2019 07:31 WIB
voaindonesia.com
Situasi di Gereja St Anthony, Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4/2019) setelah ledakan bom.

Indomedia.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras aksi pengeboman yang terjadi di berbagai lokasi di Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4/2019) sekitar pukul 09.00 waktu setempat.


"Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini. Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban. Semoga korban yang luka-luka dapat segera pulih," tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, Ahad (21/4/2019) malam.


Dilansir dari situs resmi Setkab RI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam siaran persnya menyampaikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kolombo terus memantau perkembangan situasi dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan WNI setempat.


"Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut," tulis siaran pers Kemlu RI seraya menambahkan, terdapat sekitar 374 WNI di Sri Lanka, termasuk sekitar 140 orang di Kolombo, Ibu Kota Sri Lanka.


Pemerintah Indonesia meyakini bahwa Pemerintah Sri Lanka dapat mengatasi situasi dengan baik, dan juga bersedia memberikan bantuan yang diperlukan.


"Pemerintah mengimbau agar WNI di Sri Lanka untuk tetap waspada dan berhati-hati serta mengikuti arahan dari otoritas keamanan setempat," tulis siaran pers Kemlu RI.


Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, menurut Kemlu RI, dapat menghubungi hotline KBRI  Kolombo +94772773127. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: setkab.go.id

Iklan Ramadan Tapteng
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook