Jumat, 20 September 2019 WIB

Mundur Dari Jabatan Presiden Bank Dunia, Ini Penjelasan Jim Yong Kim Kepada Menko Luhut Pandjaitan

Suwardi SinagaSelasa, 08 Januari 2019 22:07 WIB
Facebook Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan bersama Jim Yong Kim dalam salah satu kesempatan.

Indomedia.co - Jim Yong Kim mundur dari jabatan Presiden Bank Dunia. Mendapat kabar tersebut, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan langsung menelepon Jim Yong Kim.


Begini percakapan Luhut dan Jim Yong Kim yang diunggah Luhut di akun Facebooknya, Selasa (8/1/2019).


Pagi ini, masih dalam suasana tahun baru, saya mendapat kabar bahwa seorang kawan, Jim Yong Kim, mengundurkan diri sebagai Presiden Bank Dunia. Spontan saya langsung menelponnya. Pertanyaan pertama saya adalah, "Kenapa kamu resign?"


"Begini Luhut, saya resign karena saya memasuki satu pekerjaan baru bersama partner dalam bidang proyek infrastruktur untuk negara-negara berkembang," begitu kira-kira terjemahan bebas dari jawabannya.


Kami kemudian bicara cukup lama lewat telepon. Dengan pekerjaan barunya, Beliau justru menyampaikan niatnya untuk membawa investasi masuk ke Indonesia sebagai negara nomer satu pilihannya.


"Kami pertama memilih Indonesia karena saya merasakan sendiri bahwa Indonesia ini suatu negara yang pantas untuk menjadi tujuan investasi. Saya sudah melihat sendiri Indonesia sebagai tempat yang sangat baik, yang memiliki masa depan yang bagus, sangat menguntungkan untuk investasi, dan bagus pemerintahannya. Saya kira Indonesia butuh USD 1 triliun untuk membangun berbagai macam investasi," terangnya menyatakan niat untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.


Dari pembicaraan tersebut saya mendengar apresiasi yang luar biasa dari seorang Presiden World Bank yang pernah beberapa kali berkunjung ke Indonesia dan melihat sendiri bagaimana pemerintah menjalankan pembangunan. Terakhir kami berjumpa di tengah perhelatan AM IMF-WB di Bali pada Oktober 2018.


Apresiasi ini saya pikir perlu kita syukuri dan sikapi dengan baik. Artinya dunia melihat kemajuan Indonesia yang terus mengarah pada satu proses pembangunan yang bagus, yang transparan dan kredibel. Tentu masih ada kekurangan di sana sini, tapi saya melihat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi melakukan perbaikan secara perlahan tapi pasti melakukan perbaikan.


Akhir kata, sama seperti ajakan saya di Perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019 di Auditorium BPPT hari ini bersama teman-teman dari Kemenko Maritim, Kemenristekdikti, BPPT, BSN, dan beberapa K/L lain, bahwa marilah kita semua berupaya memberikan yang terbaik sesuai kemampuan kita masing-masing untuk Bangsa dan Negara ini. Bekerja dengan hati, dan jangan lupa mengasihi orang lain.


Jangan mau dirusak dengan pikiran-pikiran yang tidak jelas atau kabar bohong. Tapi justru bangunlah persatuan dan kesatuan dengan memelihara perkawanan atau persahabatan, dan bawalah itu dalam satu keinginan untuk membuat Indonesia lebih bagus ke depannya.


Kita semua akan bahagia dengan pikiran-pikiran semacam itu.


Selamat tahun baru! (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook