Jumat, 24 Mei 2019 WIB

Penembakan di Selandia Baru, Warga Diimbau Tak ke Masjid Dulu

Jumat, 15 Maret 2019 20:10 WIB
voaindonesia.com
Petugas kepolisian mengawal para saksi menjauhi sebuah masjid yang menjadi lokasi penyerangan di pusat Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Indomedia.co - Kepala Kepolisian Selandia Baru Komisioner Mike Bush mengingatkan warga untuk tidak pergi dulu ke masjid-masjid di seluruh negara itu, pasca insiden penembakan di dua masjid di Kota Christchurch.


"Siang ini kami berurusan dengan peristiwa yang sangat serius di Christchurch, yang melibatkan penembak aktif di beberapa lokasi. Kami sudah menangkap satu orang, tetapi belum dapat memastikan apakah ada pelaku lain. Sejauh ini ada beberapa orang tewas di dua lokasi di masjid," kata Mike Bush, Jumat (15/3/2019).


Dilansir dari VOA Indonesia, Bush menambahkan polisi tidak yakin apakah ada lokasi lain di luar kedua masjid itu yang terancam, tapi seluruh kepolisian sudah dikerahkan untuk menanggapi hal ini dan dalam proses untuk memaksimalkan sumber daya lainnya untuk memastikan keamanan warga.


"Saya ingin meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah dan siapa pun yang ingin pergi ke masjid di mana pun di Selandia Baru untuk mengurungkan niat mereka hingga ada berita yang lebih jelas," kata Bush.


Sebelumnya Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan hari ini adalah salah satu hari paling kelam di Selandia Baru.


Dalam konferensi pers yang dilangsungkan di tengah upaya polisi menangani insiden penembakan itu, Ardern mengatakan yang paling terkena dampak dari insiden penembakan ini mungkin adalah migran.


"Mereka telah memilih Selandia Baru sebagai rumah baru mereka, maka ini adalah rumah mereka. Mereka adalah kita. Orang yang melakukan aksi kekerasan terhadap kita, bukan bagian dari kita. Tidak ada tempat baginya di Selandia Baru. Tidak ada tempat di Selandia Baru bagi aksi kekerasan yang ekstrem dan belum pernah terjadi sebelumnya ini," kata Ardern.


Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga, namun tetap mengingatkan warga untuk mengikuti petunjuk aparat keamanan hingga situasi benar-benar terkendali.


Associated Press mengutip kesaksian Len Peneha yang mengatakan ia melihat seorang laki-laki berpakaian serba hitam memasuki Masjid Annur dan kemudian mendengar puluhan letusan senjata api. Tak lama kemudian orang-orang berhamburan lari keluar dari masjid itu dengan wajah ketakutan.


Ia juga mengatakan melihat tersangka penembak melarikan diri sebelum aparat tiba. Ditambahkannya, ia masuk ke dalam masjid untuk membantu.


"Saya melihat banyak orang tewas di sana," kata Len Peneha. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: voaindonesia.com

Iklan Ramadan Tapteng
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook