Sabtu, 25 Mei 2019 WIB

Serangan Bom di Sri Lanka, 207 Orang Tewas

Ahad, 21 April 2019 23:01 WIB
voaindonesia.com
Situasi di Gereja St Anthony, Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4/2019) setelah ledakan bom.

Indomedia.co - Sedikitnya 207 orang tewas dan lebih dari 450 lainnya luka-luka dalam delapan ledakan bom yang mengguncang hotel-hotel dan gereja di ibukota Sri Lanka, tepat pada perayaan Hari Paskah, Ahad (21/4/2019). Pejabat Sri Lanka mengatakan ini adalah serangkaian serangan terburuk yang pernah terjadi di negara itu sejak perang saudara Tahun 2009 lalu.


Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardena mengatakan tujuh tersangka telah ditangkap, meskipun hingga laporan ini disampaikan belum ada satu pihak pun yang mengklaim bertanggung jawab.


Sedangkan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan ia khawatir serangan ini akan memicu instabilitas lebih jauh di negara itu dan menimbulkan dampak pada perekonomian.


Wikremesinghe mengatakan pemerintahnya akan mengerahkan semua kekuatan yang diperlukan untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab terhadap serangan tersebut, apapun status mereka.


Dilansir dari VOA Indonesia, enam ledakan pertama yang terjadi hampir bersamaan Ahad pagi tadi merobohkan langit-langit dan memecahkan seluruh kaca jendela di sebuah gereja Katolik terkenal di ibukota Kolombo, dan tiga hotel mewah di kota itu. Dua ledakan lainnya terjadi di gereja Katholik St Sebastian di Negombo, sebuah kota mayoritas Katolik di utara Kolombo, dan di gereja Zion Protestan di bagian timur Kota Batticaloa.


Tiga personel polisi tewas ketika melakukan penggerebekan di rumah salah seorang tersangka di Dematagoda, di pinggiran Kota Kolombo.


Setelah polisi bergerak di Dematagoda, sedikitnya dua ledakan lainnya terjadi, salah satu diantaranya adalah di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.


Seluruh pusat perbelanjaan, pasar dan toko, termasuk fasilitas publik saat ini ditutup. Sementara pemerintah memberlakukan jam malam di seluruh negara itu mulai jam 6 malam hingga jam 6 pagi. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: voaindonesia.com

Iklan Ramadan Tapteng
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook