Jumat, 24 Mei 2019 WIB

Warga Australia Tersangka Penembakan Masjid di Selandia Baru, 49 Orang Meninggal

Jumat, 15 Maret 2019 22:03 WIB
voaindonesia.com
Foto dari sosial media yang tampaknya adalah Brenton Tarrant (28) dari Grafton, New South Wales, Australia, pria bersenjata tersangka pelaku penembakan di masjid Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Indomedia.co - Satu orang didakwa melakukan pembunuhan terkait serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 49 orang, Jumat (15/3/2019). Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan tersangka akan hadir di pengadilan hari Sabtu (16/3/2019) pagi.


Meskipun Bush menolak menyebutkan nama orang yang didakwa itu, Television New Zealand (TVNZ) telah mengidentifikasi lelaki bersenjata itu sebagai Brenton Tarrant (28) dari Grafton, New South Wales, Australia. Para pejabat Australia telah mengukuhkan bahwa lelaki bersenjata itu adalah warga negara Australia.


Dilansir dari VOA Indonesia, empat orang, tiga lelaki dan seorang perempuan, telah ditangkap. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan tak seorang pun dari mereka yang masuk daftar pengawasan keamanan.


Polisi menyatakan salah seorang yang ditangkap itu tampaknya tidak ada kaitannya dengan serangan tersebut. Ia mengatakan polisi masih menyelidiki dua orang lainnya.


Bush mengatakan tidak ada badan pemerintah yang memiliki informasi mengenai orang-orang tersebut dan begitu pula para sejawatnya di Australia. Ia menambahkan bahwa investigasi antara lain akan melihat kembali semua kemungkinan untuk memastikan bahwa aparat penegakan hukum dan keamanan tidak melewatkan peluang apapun untuk mencegah peristiwa mengerikan ini.


Empat puluh satu orang yang tewas berada di dalam satu masjid saja.


Anak-anak kecil termasuk di antara 48 orang yang dirawat karena luka tembak.


Bush mengatakan jumlah senjata api yang mencapai rekor banyaknya ditemukan di kedua masjid.


PM Ardern mengatakan serangan-serangan itu belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak seperti apa yang pernah mereka alami sebelumnya.


Setelah serangan tersebut, tingkat ancaman teror di Selandia Baru dinaikkan dari rendah menjadi tinggi.


Belum jelas benar apakah semua orang yang terlibat dalam serangan-serangan itu telah ditangkap.


Video mengenai penembakan itu tampaknya diposting oleh lelaki bersenjata itu dalam tayangan langsung di media sosial ketika insiden tersebut berlangsung.


Situs-situs web diminta untuk menyingkirkan rekaman video mengerikan itu.


Setelah penembakan, polisi telah mendesak warga agar menjauh dari semua masjid di Selandia Baru.


Perdana Menteri Ardern mengatakan Jumat adalah salah satu hari paling kelam bagi Selandia Baru.


"Banyak di antara mereka yang akan terimbas langsung oleh penembakan ini mungkin adalah migran ke Selandia Baru, mereka bahkan mungkin pengungsi di sini. Mereka telah memilih Selandia Baru sebagai rumah mereka, dan ini rumah mereka. Mereka adalah bagian dari kita. Orang yang melakukan kekerasan ini terhadap kita, bukan," kata Ardern.


Bom-bom rakitan ditemukan setelah serangan itu, kata polisi. Ditambahkan, bom-bom itu telah dijinakkan semuanya.


Semua tempat di Christchurch, termasuk sekolah-sekolah, di-lockdown atau ditutup, setelah penembakan. Tetapi langkah ini telah dicabut.


Tim kriket Bangladesh sedang berada di salah satu masjid sewaktu penembakan dimulai, tetapi para pemain berhasil menyelamatkan diri. Pertandingan uji coba ketiga mereka dengan Selandia Baru, yang dijadwalkan berlangsung hari Minggu, telah dibatalkan. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: voaindonesia.com

Iklan Ramadan Tapteng
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook