Selasa, 26 Mei 2020 WIB

2020 Revolusi Konsumen, Jokowi: Jangan Sampai Asing Yang Manfaatkan

Selasa, 17 September 2019 00:26 WIB
Humas Setkab RI/Jay
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung, Menperin Airlangga Hartarto, dan pimpinan HIPMI menabuh tifa sebagai tanda pembukaan Munas XVI HIPMI, di Hotel Hilton, Jakarta, Senin (16/9/2019) pagi.

Indomedia.co - Presiden Joko Widodo
(Jokowi) mengatakan Tahun 2020 mendatang akan ada Revolusi Konsumen di
Indonesia. Akan ada 141 juta penduduk yang naik kelas menjadi middle class influence consumer. Dibandingkan
lima tahun lalu yang jumlahnya hanya 70 jutaan, terjadi peningkatan lebih dari
100 persen.




“Ini besar sekali. Inilah bukti adanya
Revolusi Konsumen di Indonesia,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan
pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (HIPMI), di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019) pagi.




Dilansir dari situs resmi Setkab RI, selain
mengalami kenaikan jumlah, sebaran geografis konsumen pun juga semakin merata.
Jika lima tahun yang lalu hanya 25 kabupaten/kota yang memiliki konsumen kelas
menengah lebih dari 500 ribu, maka tahun depan akan meningkat menjadi 54
kabupaten/kota.




“Artinya, meningkatnya juga dua kali
lebih,” ujar Presiden.




Untuk itu, Presiden mengingatkan para
pengusaha, khususnya pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI agar
berhati-hati dalam mengantisipasi hal itu, karena implikasinya, Revolusi
Konsumen akan membuat Indonesia semakin menarik.




“Hati-hati. Jangan sampai yang mengambil
manfaat ini justru dari negara lain, dari asing. Hati-hati ini. Karena artinya
apa, Indonesia akan semakin atraktif bagi investasi bisnis global. Apalagi
dalam situasi perang dagang dan ancaman resesi, magnet konsumen kita akan
semakin kuat,” kata Kepala Negara.




Untuk itu, Kepala Negara berpesan jangan
sampai peluang-peluang, opportunity
yang ada dipakai oleh merek-merek asing, dipakai olah negara-negara luar,
sehingga mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini.




Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah
akan terus bekerja keras untuk menyingkirkan semua hambatan-hambatan investasi,
agar bersamaan dengan revolusi konsumen tahun depan, kita benar-benar bisa
menjadi magnet investasi.




“Diharapkan kita bisa mengalahkan
negara-negara lain, karena tidak semua negara memiliki raksasa konsumen seperti
yang kita miliki sekarang ini,” sambung Kepala Negara.




Presiden mendorong para pengusaha untuk
berpartner, bermitra, yang selama ini menjadi kelemahan. Ia menyebutkan,
sekarang ini adalah kesempatan besar untuk mendapatkan mitra karena akan banyak
sekali investasi yang akan masuk.




“Jadikan mereka mitra, jadikan mereka
partner. Karena, langkah ini baru separuh jalan, separuh perjalanan, baru
setengah proses,” jelas Presiden Jokowi.




Menurut Presiden, Indonesia memerlukan
modal yang kedua yang penting yaitu revolusi mindset sehingga mampu memanfaatkan revolusi konsumen yang ada,
dengan cara memperkuat industrialisasi, hirilisasi, dan daya saing ekonomi.




Presiden berjanji setelah pelantikan DPR
yang baru nanti, pemerintah akan mengajukan banyak sekali revisi-revisi
undang-undang. Ada kurang lebih 74 undang-undang yang langsung akan diminta direvisi
agar kecepatan dalam bergerak, kecepatan dalam bersaing dengan negara-negara
lain bisa dimiliki.




“Nanti akan kita mintakan yang namanya omnibus law sehingga kecepatan itu
betul-betul ada di daya saing ekonomi kita,” ungkap Jokowi.




Tampak hadir dalam kesempatan itu antara
lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga
Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Ketua DPR
RI Bambang Soesatyo, Jaksa Agung Prasetyo, dan Ketua Umum HIPMI Bahlil
Lahaladia. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook