Senin, 10 Desember 2018 WIB

Amerika dan Cina Sepakat Gencatan Perang Dagang

Ahad, 02 Desember 2018 21:10 WIB
voaindonesia.com
Presiden Cina Xi Jinping berbicara dalam pertemuan bilateran dengan Presiden AS Donald Trump di Buenos Aires, Sabtu (1/12/2018).

Indomedia.co - Kedua ekonomi terbesar di dunia telah menyepakati sebuah gencatan dalam perang dagang yang semakin tajam, setelah sebuah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping menyusul KTT G20.


"Ini merupakan pertemuan yang luar biasa dan produktif dengan kemungkinan yang tak terbatas bagi AS dan Cina," kata Trump dalam sebuah pernyataan yang dirilis ketika dia dalam perjalanan ke AS dari Argentina dengan pesawat Air Force One. "Sebuah kehormatan bagi saya untuk bekerja sama dengan Presiden Xi."


Dilansir dari VOA Indonesa, Trump setuju tak mengubah bea impor atas produk-produk Cina bernilai $200 miliar pada tingkat 10 persen, dan tidak menaikkannya menjadi 25 persen, untuk sekarang ini, mengingat dia telah mengancam untuk melakukannya mulai 1 Januari, menurut pernyataan Gedung Putih.


"Cina akan setuju untuk membeli produk-produk pertanian, energi, industri dan lainnya dalam jumlah yang belum disepakati, tapi sangat substansial, untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders. "Cina telah setuju untuk mulai membeli produk pertanian dari para petani kami segera."


Trump dan Xi juga "sepakat untuk segera memulai negosiasi mengenai perubahan struktural terkait transfer teknologi secara paksa, perlindungan hak atas kekayaan intelektual, hambatan-hambatan non-tarif, gangguan siber dan pencurian siber, layanan dan pertanian, menurut pernyataan Gedung putih.


"Kedua pihak setuju bahwa mereka akan berusaha untuk menyelesaikan transaksi ini dalam 90 hari mendatang. Apabila pada akhir periode itu kedua pihak gagal meraih perjanjian, tarif 10 persen akan dinaikkan menjadi 25 persen."


Sebagian rincian itu juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang membenarkan bahwa kedua negara akan meningkatkan negosiasi.


Kabar itu kemungkinan akan menggairahkan pasar keuangan global pada Senin (3/12/2018), yang selama ini selalu sensitif akan memburuknya sengketa dagang antara Cina dan AS. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: voaindonesia.com

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook