Rabu, 08 April 2020 WIB

Bupati Madina Serahkan Santunan JKM Kepada Ahli Waris Peserta BPJamsostek Ketenagakerjaan

MS PutraSelasa, 25 Februari 2020 22:15 WIB
MS Putra
Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution didampingi Kepala BPJamsostek Madina Fachri Idris, Account Representative BPJamsostek Madina, Degi Salanda, dan Sevra Agitia saat menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris peserta BPJamsostek, di ruang kerja Bupati Madina, Selasa (25/2/2020).

Indomedia.co - Dua ahli waris dari peserta BPJamsostek Ketenagakerjaan dalam program Jaminan Kematian (JKM), mendapat santunan dari BPJamsostek.


Kedua ahli waris yang menerima santunan tersebut Sadani Rangkuti Nasution warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Batahan, dan Rahman warga Desa Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara.


Santunan diserahkan oleh Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution didamping didampingi Kepala BPJamsostek Madina Fachri Idris didampingi Account Representative BPJamsostek Madina Degi Salanda dan Sevra Agitia, di ruang kerja Bupati Madina, Selasa (25/2/2020).


Santunan dari peserta BPJamsostek Samsuddin Nasution diterima oleh ahli warisnya Sadani Rangkuti sebesar Rp32.000.000 dari kepesertaan perangkat Desa Pasir Putih, Kecamatan Sinunukan, dan sebesar Rp66.930.000 melalui kepesertaan pegawai PT Sago Nauli.


Kemudian peserta BPJamsostek perangkat Desa Soposorik, Kecamatan Panyabungan Utara Mastima Sari melalui ahli warisnya Rahman, menerima bantuan santunan sebesar Rp42.250.800.


Kepala BPJamsostek Madina Fachri Idris usai penyerahan santunan menjelaskan bahwa penyerahan santunan kepada ahli waris peserta program JKM BPJamsostek ini merupakan program pemerintah daerah dalam hal ini Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2019 tentang kepesertaan aparat desa dan perangkat desa dalam program BPJS ketenagakerjaan.


"Melalui program ini negara hadir bagi masyarakat, jangan sampai orang yang mengalami musibah, atau keluarga yang ditinggalkan menjadi miskin karena tidak ada tulang punggung ekonomi di keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.


Lanjut Fachri, santunan ini merupakan amanah yang ditinggalkan peserta kepada ahli waris melalui BPJS Ketenagakerjaan dan yang nananya amanah harus tetap dijalankan.


"Saya berharap agar setiap masyarakat pekerja baik non Aparat Sipil Negara (ASN) maupun perangkat desa supaya terdaftar secara menyeluruh, dan ini sesuai dengan Peraturan Bupati Madina Nomor 11 Tahun 2019," pungkasnya.


Sementara itu Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina Muhammad Wildan Nasution, menyampaikan agar keluarga dan ahli waris yang ditinggalkan benar-benar baik dalam menggunakan dana santunan tersebut.


"Semoga ahli waris atau keluarga yang ditinggal bisa mempergunakan santunan ini untuk hal-hal yang baik dan dapat membantu perekonomian keluarga," pintanya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook