Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Harga Gula Naik, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Cek Pasar di Toba

Budi WJumat, 06 Maret 2020 20:07 WIB
Istimewa
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung membeli gula pasir, di Pasar Lumban Julu, Kabupaten Toba, Jumat (6/3/2020).

Indomedia.co - Gula pasir mendadak langka di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Hal itu dikarenakan harga yang terus naik hingga Rp2.500 dari harga sebelumnya.


Saat meninjau di Pasar Lumban Julu, Kabupaten Toba, Jumat (6/3/2020), Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menerima laporan dari pedagang tentang tingginya harga gula di pasaran. Jika sebelumnya harga gula pasir Rp12.000 per kilogram, kini di pasaran mencapai Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Hal ini membuat pedagang takut untuk membeli dan menyetok gula dalam jumlah banyak. Akibatnya, kekosongan gula pun kerap ditemui di setiap warung di Toba.


"Kami takut beli banyak-banyak. Takut kalau tiba-tiba harga kembali turun. Padahal modal masih tertanam," ujar Butar-butar Gultom, salah satu pedagang di Pasar Lumban Julu.


Selain cek harga gula, Ketua DPP Nasdem ini juga meninjau ketersediaan stok bahan makanan, seperti bawang putih, bawang merah, cabai dan tomat yang harganya justru relatif turun.


"Ketidakstabilan harga seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Khusus gula pasir, saya berharap agar Kementerian Perdagangan melihat langsung kondisi di lapangan dan melakukan operasi pasar," ungkap Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumut II ini.


Di tempat terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, langkanya gula di pasaran disebabkan karena menurunnya produksi Tahun 2019. Akibatnya, harga gula pun turut naik sesuai mekanisme pasar. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook