Ahad, 05 Juli 2020 WIB

Jokowi Minta Penyusunan ‘Omnibus Law’ dan Deregulasi Disegerakan

Kamis, 24 Oktober 2019 22:51 WIB
Humas Setkab RI/Jay
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) siang.

Indomedia.co - Menteri Koordinator
(Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, Presiden Joko
Widodo telah menekankan agar penyusunan Omnibus
Law
dan deregulasi sejumlah sektor bisa dilakuakn segera.




“Ya ini kita persiapkan. Nanti kita lihat,
karena Omnibus Law juga kita akan
lihat sektor-sektornya,” kata Airlangga kepada wartawan usai mengikuti sidang
kabinet paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10
/2019) siang.




Mengenai sektor mana saja yang akan dimasukkan
dalam Omnibus Law, Menko Perekonomian
mengatakan, karena ada sektor 
undang-undang yang cross cutting,
maka mesti diperhatikan undang-undang yang cross
cutting
itu yang mana.




“Nah, Nanti kita akan  rapatkan dulu,” ujar Airlangga.




Saat wartawan menyebutkan ada 74
undang-undang, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa pada
waktu ratas terakhir ada beberapa komentar mengenai ini, sehingga perlu
ditindaklanjuti.




Mengenai peringkat kemudahan berusaha atau
ease of doing business (EoDB), menurut Airlangga, Indonesia tetap di peringkat
ke-73.




Ia menyebutkan, ada empat hal yang bagus
terkait dengan perpajakan, kemudian juga ketersediaan listrik, kemudian yang
berubah tentu yang terkait dengan pajak.




Ke depannya, lanjut Menko Perekonomian,
tentunyakan kalau ini yang disurvei Surabaya dan Jakarta, dirinya sudah bicara
dengan Mendagri, nanti pemerintah daerahnya juga dilibatkan. Supaya ada
perbaikan perizinan terutama perizinan properti yang dianggap menjadi hal yang,
menjadi persoalan.




“Inikan, ease
of doing business
kan terkait dengan start-up bisnis, tentang likuidasi
bisnis, kemudian berapa lama memperoleh perizinan, kemudian perpajakan, ini
nanti akan kita perhatikan,” terang Airlangga.
(***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook