Selasa, 10 Desember 2019 WIB

Jurus PLN Tagih Tunggakan Listrik di Nias

Suwardi SinagaAhad, 15 September 2019 17:17 WIB
Istimewa
Deklarasi UP3 Nias bebas tunggakan di atas 12 lembar, Selasa (10/9/2019).

Indomedia.co - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara menerapkan beberapa kiat khusus dalam melakukan penagihan terhadap belasan ribu penunggak listrik 12 lembar ke atas di kepulauan Nias.

 

Senior Manager Niaga PT PLN (Persero) UIW Sumut Rino Gumpar Hutasoit mengungkapkan pihaknya punya cara sendiri untuk menurunkan tunggakan listrik 12 lembar ke atas (lebih dari setahun) di Kepulauan Nias.

 

"Kalau bersurat, di Pulau Nias mungkin setiap pelanggan (yang menunggak) sudah mendapat surat (peringatan) 10 sampai 20 kali," ujarnya, Ahad (15/9/2019).

 

Selain itu, PLN Sumut juga sudah berulang-ulang berkoordinasi dengan pemda sampai ke tingkat kecamatan, mengenai tunggakan tersebut. Begitu juga sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat ibadah.

 

Baca: PLN Berhasil Kurangi TunggakanListrik di Nias Hingga 95 Persen

 

Namun upaya-upaya tersebut dinilai tidak membuahkan hasil yang signifikan. Opsi lain juga tidak dapat dilakukan, yakni mengganti meteran listrik dari konvensional ke meteran token.

 

Itu karena sistem PLN tidak mengakomodir proses migrasi yang masih mengalami tunggakan. Sehingga pilihannya tinggal membongkar meteran atau pelanggan melunasi tunggakan.

 

Di sinilah PLN Sumut menerapkan kiat-kiat khususnya yang diawali dengan memetakan wilayah dalam tiga zona. Penagihan tunggakan pada zona hijau dilakukan oleh elemen pegawai, vendor dan pengamanan terbatas (tidak dengan pengawalan aparat).

 

Kemudian pada zona kuning (sedang) terdiri atas pegawai, vendor dan pengamanan tetap (dikawal 1 regu personel Polri dan TNI bersenjata lengkap). Lalu pada zona merah (berbahaya) upaya penagihan dilakukan berkelompok dengan jumlah tim yang lebih besar.

 

Menurut Rino, jumlah tagihan yang berada di zona merah mencapai 60 persen dari sekitar 14 ribu tagihan 12 lembar ke atas. Pada zona kuning ada 30 persen dan sisanya di zona hijau.

 

Ini yang menjadi masalah mengapa penagihan tunggakan 12 lembar ke atas belum selesai selama 10 tahun. Pemutusan listrik yang dilakukan terhadap para penunggak 12 lembar ke atas hanya dilakukan terhadap mereka yang berada di zona hijau.

 

Pada kondisi-kondisi tertentu, PLN terpaksa melakukan "tarik ulur" tindakan pembongkaran meteran karena tidak bisa langsung dipaksakan. Tindakan pembongkaran kerap dibatalkan karena terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan petugas.

 

Namun tim penindak kembali datang berkali-kali sampai tindakan tersebut selesai dilaksanakan. Petugas diperintahkan tidak ada lagi kompromi. Listrik harus diputuskan bila penunggak tidak juga bersedia membayar tagihannya meski dengan cara dicicil.

 

"Sampai hari ini kami tidak pernah melakukan tindakan kekerasan kepada warga meski keselamatan petugas sering terancam. Dan itu kami syukuri," demikian Rino.

 

Sebelumnya, General Manager PT PLN (Persero) UIW Sumut Feby Joko Priharto mengungkapkan sudah satu dasawarsa terakhir Kepulauan Nias belum bebas dari tunggakan listrik 12 lembar ke atas (1 tahun).

 

Tunggakan tersebut paling tinggi terjadi pada Oktober 2018 dengan nilai akumulatif sekitar Rp45 miliar. Dari jumlah itu tidak sedikit yang tertunggak hingga 10 tahun.

 

Adapun jumlah tunggakan 12 lembar ke atas sampai dengan 2018 mencapai sekitar 14 ribu rekening. Kemudian PLN Sumut bekerja secara khusus untuk menekan tunggakan tersebut mulai November 2018.

 

Hingga akhirnya pada Agustus 2019, jumlah tunggakan mampu diperkecil menjadi tinggal Rp3,89 miliar. Sepanjang 2019 jumlahnya turun signifikan dan sampai dengan September tinggal 74 rekening. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook