Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Luhut: Presiden Tekankan Agar ‘Sovereign Wealth Funds’ Disegerakan

Kamis, 24 Oktober 2019 22:59 WIB
Humas Setkab RI/Jay
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menjawab wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) siang.

Indomedia.co - Menteri Koordinator bidang
kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, Presiden Joko
Widodo sudah menekankan agar Sovereign
Wealth Funds
harus segera diselesaikan. Selain itu, agar investor yang
masuk ke dalam negeri juga itu segera di-push.




“Nanti saya ada pertemuan dengan beberapa yang
punya dana besar untuk masuk disitu dan tanggal 4, kami akan ketemu bulan
November ini kemudian nanti tanggal 20 kami juga ketemu,” kata Luhut kepada
wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta,
Kamis (24/10
/2019) siang.




Dilansir dari situs
resmi Setkab RI, m
enurut Luhut, investasi tersebut berasal
dari Jepang, yang menggunakan Pension Funds, dan segala macam. Luhut juga
mengaku akan berktemu dengan Masayoshi Son (CEO Softbank) di Jepang.




“Makan sama dia dan dia sudah ekspektasi kita
mau minta investasi ke sini dan dia sudah mengatakan saya mau investasi besar
di Indonesia. Jadi berapa besar, saya tentu nanti kalau ketemu beliau dan kita
lihatlah tadi itu dan saya pikir confidence
pada kabinet ini cukup bagus karena saya bertelepon sama dia kemarin, kemarin
sore,” ungkap Luhut.




Selain Jepang, menurut Menko Kemaritiman dan
Investasi, Emirat Arab juga sangat maju.




“Saya juga terima ucapan selamat dari sana,
dan ya nanti kita lihat,” ujarnya.




Mengenai penggunaan Sovereign Wealth Funds itu, Luhut mengatakan, selain untuk
infrastruktur dan lainnya, bisa juga sampai pada pemindahan Ibu Kota juga bisa.




Dalam kesempatan itu, Menko Perekonomian Luhut
B Panjaitan mengakui adanya sejumlah proyek investasi yang bermasalah di tanah
air.




Ia menunjuk misalnya Lotte di Banten, yang
sempat bermasalah terkait masalah lahan.




“Kita tetap pantau jangan beres-beres
tahu-tahu, waktu itu kita sudah groundbreaking
ternyata ada masalah jadi sekarang setiap bulan itu kan saya pantau di kantor
saya, perusahaan-perusahaan yang besar investasinya,” terang Luhut.




Menko Perekonomian itu memperkirakan paling
tidak ada 10 perusahaan besar yang investasinya perlu terus dipantau agar tidak
menghadapi masalah.




Saat ditanya wartawan apakah dirinya memiliki
target pribadi dalam memasukkan investasi? Luhut  mengaku belum bisa menyampaikan itu.




Tetapi saya mau pertama hilirisasi, saya mau nancep terus itu karena itu
nilai tambah luar biasa,” tegasnya.
(***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook