Ahad, 08 Desember 2019 WIB

Luhut: Presiden Tekankan Agar ‘Sovereign Wealth Funds’ Disegerakan

Kamis, 24 Oktober 2019 22:59 WIB
Humas Setkab RI/Jay
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menjawab wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) siang.

Indomedia.co - Menteri Koordinator bidang kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, Presiden Joko Widodo sudah menekankan agar Sovereign Wealth Funds harus segera diselesaikan. Selain itu, agar investor yang masuk ke dalam negeri juga itu segera di-push.


“Nanti saya ada pertemuan dengan beberapa yang punya dana besar untuk masuk disitu dan tanggal 4, kami akan ketemu bulan November ini kemudian nanti tanggal 20 kami juga ketemu,” kata Luhut kepada wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) siang.


Dilansir dari situs resmi Setkab RI, menurut Luhut, investasi tersebut berasal dari Jepang, yang menggunakan Pension Funds, dan segala macam. Luhut juga mengaku akan berktemu dengan Masayoshi Son (CEO Softbank) di Jepang.


“Makan sama dia dan dia sudah ekspektasi kita mau minta investasi ke sini dan dia sudah mengatakan saya mau investasi besar di Indonesia. Jadi berapa besar, saya tentu nanti kalau ketemu beliau dan kita lihatlah tadi itu dan saya pikir confidence pada kabinet ini cukup bagus karena saya bertelepon sama dia kemarin, kemarin sore,” ungkap Luhut.


Selain Jepang, menurut Menko Kemaritiman dan Investasi, Emirat Arab juga sangat maju.


“Saya juga terima ucapan selamat dari sana, dan ya nanti kita lihat,” ujarnya.


Mengenai penggunaan Sovereign Wealth Funds itu, Luhut mengatakan, selain untuk infrastruktur dan lainnya, bisa juga sampai pada pemindahan Ibu Kota juga bisa.


Dalam kesempatan itu, Menko Perekonomian Luhut B Panjaitan mengakui adanya sejumlah proyek investasi yang bermasalah di tanah air.


Ia menunjuk misalnya Lotte di Banten, yang sempat bermasalah terkait masalah lahan.


“Kita tetap pantau jangan beres-beres tahu-tahu, waktu itu kita sudah groundbreaking ternyata ada masalah jadi sekarang setiap bulan itu kan saya pantau di kantor saya, perusahaan-perusahaan yang besar investasinya,” terang Luhut.


Menko Perekonomian itu memperkirakan paling tidak ada 10 perusahaan besar yang investasinya perlu terus dipantau agar tidak menghadapi masalah.


Saat ditanya wartawan apakah dirinya memiliki target pribadi dalam memasukkan investasi? Luhut  mengaku belum bisa menyampaikan itu.


Tetapi saya mau pertama hilirisasi, saya mau nancep terus itu karena itu nilai tambah luar biasa,” tegasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook