Selasa, 10 Desember 2019 WIB

Martin Manurung Sampaikan Keluhan Masyarakat Terkait Harga Komoditas di Sumut ke Menteri Perdagangan

Suwardi SinagaSenin, 18 November 2019 21:21 WIB
Istimewa
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menyampaikan keluhan masyarakat terkait harga komoditas di Sumut ke Mendag Agus Suparmanto, saat memimpin raker, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Indomedia.co - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menyampaikan keluhan masyarakat terkait harga komoditas di Sumatera Utara kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, saat memimpin Rapat Kerja (Raker), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).


Keluhan masyarakat terkait harga komoditas yang dimaksud seperti sawit, karet, dan kemenyan terjadi ketika biaya produksi jauh lebih besar dari harga jual. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian Anggota DPR RI asal Dapil Sumut 2 ini.


Dalam rapat pembahasan ratifikasi perjanjian dagang dengan Australia, Negara-negara EFTA dan perjanjian perdagangan elektronik (e-commerce) ASEAN, politisi Partai Nasdem ini menjelaskan bahwa komoditi Indonesia tidak terserap di perdagangan internasional karena banyaknya hambatan nontarif ke pasar internasional.


Akibatnya pelaku komoditi di daerah Sumut, khususnya di kawasan Danau Toba, banyak mengalami kehancuran bahkan harus gulung tikar. Hal tersebut pun diakui Martin Manurung menjadi kenyataan yang sering ditemui setiap datang ke daerah pemilihan (Dapil).


“Tadi sudah disinggung soal sawit, bahkan sampai komoditi-komoditi kemenyan di dapil saya itu (Sumut 2) tidak bisa terjual, Pak. Membusuk dan bahkan ketika akan dipanen, itu biaya pengambilan  lebih tinggi dari penjualan. Akhirnya dibiarkan membusuk,” ungkapnya.


Masih kata Martin, lesunya sektor komoditas ini harus mendapatkan perhatian serius pemerintah ketika membuat perjanjian-perjanjian dagang. Sehingga Komoditas-komoditas Indonesia yang berada di daerah dapat kembali bergeliat, bahkan jika mungkin kembali menjadi usaha-usaha pendongkrak perekonomian negara. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook