Senin, 10 Desember 2018 WIB

Pemerintah Luncurkan Beasiswa Santri

Senin, 12 November 2018 19:59 WIB
kemenag.go.id
Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Menkeu Sri Mulyani saat peluncuran program beasiswa santri LPDP 2018, di Auditorium KH M Rasjidi Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018) petang.

Indomedia.co - Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan Program Beasiswa Santri 2018. Peluncuran program beasiswa santri ini diawali dengan penayangan video pendek penerima LPDP dilanjutkan talk show di Auditorium KH M Rasjidi Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018) petang.


Program beasiswa santri LPDP 2018 diluncurkan oleh dua menteri yakni Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ditandai dengan penekanan tombol virtual secara bersama. Program beasiswa ini ditujukan bagi santri untuk menempuh pendidikan jenjang magister dan doktoral di dalam dan luar negeri dengan sasaran peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan yang aktif di pondok pesatren selama minimal tiga tahun.


Tampak hadir dalam peluncuran Program Beasiswa Santri LPDP, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, Direktur PD Pontren Ahmad Zayadi, Direktur PTKI Arskal Salim, pejabat Kemenag dan Kemenkeu lainnya.


Program LPDP merupakan kerja sama empat kementerian yaitu, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kemenristekdikti serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan peluncuran program beasiswa santri LPDP merupakan sejarah baru sekaligus mendapatkan peluang menghidupkan pondok pesantren di Indonesia.


Dikatakan Menag, peluncuran program ini dilakukan dalam rangka dua hal, yaitu, pengembangan istitusi dan keilmuan yang selama ini di pondok pesantren menunjukkan kualitas dan senantisa mengalami peningkatan.


"Tahun ini ada sekitar 100 santri yang akan mendapatkan beasiswa LPDP dengan jenjang S2 dan S3. Dan saya mengucapkan terima kasih tak terhingga karena untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini Kemenag dan Kemenkeu membutuhkan proses yang cukup panjang," kata Menag.


"Pesantren hakekatnya inti dari pendidikan Islam di Indonesia. Sekali lag ini luar biasa komitmen negara terhadap SDM santri dan pondok pesantren melalui program LPDP," imbuh Menag.


Dilansir dari situs resmi Kemenag RI, dalam sesi dialog kepada alumni PBSB yang hadir Menag mengatakan ini 100 beasiswa LPDP yang pertama dan Kemenag ingin mendapatkan yang terbaik. Kemenag juga akan membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak termasuk mereka yang ingin mendapatkan program beasiswa santri LPDP 2018.


Sementara itu Menteri Keungan Sri Mulyani mengatakan, dengan diluncurkannya Program Santri LPDP ini diharapkan ada peningkatan kapasitas santri menjadi sumber daya manusia Indonesia yang produktif, berkualitas, berdaya saing dan garda terdepan dalam mengusung nilai-nilai keindonesiaan.


"Saya berbahagia karena bisa meluncurkan program ini. Ada 35 triliun dana abadi untuk pendidikan tahun ini dan tahun depan pemerintah menaikkan menjadi 55 triliun. Setiap negara harus mampu memingkatkan SDM dan antar negara pun kita membicarakan soal kualitas SDM," kata Sri Mulyani. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: kemenag.go.id

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook