Selasa, 07 Juli 2020 WIB

Upaya Dinas Pertanian Mandailing Natal Membangkitkan Ekonomi Masyarakat

MS PutraSabtu, 26 Oktober 2019 19:15 WIB
Istimewa
Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution bersama tokoh nasional asal Mandailing Natal Todung Mulia Lubis saat panen sayur kol.

Indomedia.co - Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal terus
melakukan beberapa langkah strategis guna membangkitkan semangat dan
meningkatkan produktivitas masyarakat petani di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera
Utara.

 

Hal tersebut demi terwujudnya
visi misi Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution yaitu "Mewujudkan
Mandailing Natal Yang Berkedaulatan Pangan, Mandiri Ekonomi, Sehat, Cerdas,
Didukung Sarana Prasarana, Infrastruktur Yang Kuat Serta Masyarakat Religius
Berbudaya”.

 

Beberapa langkah
strategis yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal yaitu
memproduksi tanaman holtikultura seperti cabai, bawang merah, dan kentang.

 

Selain tanaman holtikultura,  Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal juga
memperhatikan dan mensubsidi perkebunan jeruk maga.

 

Tanaman lain yang jadi
perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal yaitu kelapa. Dalam sepekan,
produksi kelapa mencapai 347 ribu buah.

 

Untuk meningkatkan
produksi pertanian dan membangkitkan semangat ekonomi petani, Pemerintah
Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pertanian melakukan kerja sama dengan
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP). 
Ada tiga STPP yang menjalin kerja sama dengan Pemkab Mandailing Natal, yaitu
STPP Medan, STPP Bogor, dan STPP Malang.

 

Kadis Pertanian Mandailing
Natal Taufik Zulhendra memakaikan topi pembukaan SMK Kopi di Kotanopan.
(Istimewa)


Dinas Pertanian
Mandailing Natal juga memprioritaskan potensi kopi arabika dan kopi robusta
Mandailing.

 

Adapun angka potensi pengembangan
tanaman kopi arabika untuk keseluruhan di Kabupaten Mandailing Natal berkisar
425 ha.

 

Sama halnya untuk kopi
jenis robusta masih butuh perhatian. Potensi pengembangan tanaman kopi robusta
bisa dikatakan lebih rendah dibanding kopi arabika.

 

Lokasi kecamatan kopi
robusta juga hampir sama dengan lokasi pengembangan kopi arabika, yang
membedakan hanya ketinggian tempat. Jenis kopi arabika membutuhkan ketinggian ±
900 mdpl, sedangkan kopi robusta bisa tumbuh di ketinggian > 400 mdpl. Untuk
saat ini, luasan lahan kebun kopi robusta di Kabupaten Mandailing Natal, sesuai
dengan data statistik perkebunan, Tahun 2017 seluas 1.1009,44 ha. Tahun 2018
seluas 1.112,37 ha.

 

Untuk menunjang
masyarakat dalam mengembangankan Kopi Mandailing, dan mengembalikan kejayaan Kopi
Mandailing, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bekerja sama dengan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendirikan SMK Kopi.

 

Perkebunan manggis di
Kabupaten Mandailing Natal juga salah satu komoditi yang menjadi perhatian Dinas
Pertanian Kabupaten Mandailing Natal.

 

Karena, setiap malam,
buah maggis produksi petani Mandailing Natal yang dibawa ke luar daerah
sebanyak 60 ton. Perkiraan masa panen pohon manggis ini selama 75 hari. Jumlah
produksi per tahun (setahun satu kali panen) adalah 4.500 ton.

 

Harga buah manggis
untuk kualitas super yaitu Rp20 ribu per kilo. Sementara harga untuk buah BS
sebesar Rp10 ribu perkilo. Estimasi penjualan atau penghasilan petani manggis
di Kabupaten Mandailing Natal per tahun sebesar Rp72 miliar. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook