Jumat, 13 Desember 2019 WIB

Upaya Dinas Pertanian Mandailing Natal Membangkitkan Ekonomi Masyarakat

MS PutraSabtu, 26 Oktober 2019 19:15 WIB
Istimewa
Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution bersama tokoh nasional asal Mandailing Natal Todung Mulia Lubis saat panen sayur kol.

Indomedia.co - Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal terus melakukan beberapa langkah strategis guna membangkitkan semangat dan meningkatkan produktivitas masyarakat petani di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

 

Hal tersebut demi terwujudnya visi misi Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution yaitu "Mewujudkan Mandailing Natal Yang Berkedaulatan Pangan, Mandiri Ekonomi, Sehat, Cerdas, Didukung Sarana Prasarana, Infrastruktur Yang Kuat Serta Masyarakat Religius Berbudaya”.

 

Beberapa langkah strategis yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal yaitu memproduksi tanaman holtikultura seperti cabai, bawang merah, dan kentang.

 

Selain tanaman holtikultura,  Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal juga memperhatikan dan mensubsidi perkebunan jeruk maga.

 

Tanaman lain yang jadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal yaitu kelapa. Dalam sepekan, produksi kelapa mencapai 347 ribu buah.

 

Untuk meningkatkan produksi pertanian dan membangkitkan semangat ekonomi petani, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pertanian melakukan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).  Ada tiga STPP yang menjalin kerja sama dengan Pemkab Mandailing Natal, yaitu STPP Medan, STPP Bogor, dan STPP Malang.

 

Kadis Pertanian Mandailing Natal Taufik Zulhendra memakaikan topi pembukaan SMK Kopi di Kotanopan. (Istimewa)


Dinas Pertanian Mandailing Natal juga memprioritaskan potensi kopi arabika dan kopi robusta Mandailing.

 

Adapun angka potensi pengembangan tanaman kopi arabika untuk keseluruhan di Kabupaten Mandailing Natal berkisar 425 ha.

 

Sama halnya untuk kopi jenis robusta masih butuh perhatian. Potensi pengembangan tanaman kopi robusta bisa dikatakan lebih rendah dibanding kopi arabika.

 

Lokasi kecamatan kopi robusta juga hampir sama dengan lokasi pengembangan kopi arabika, yang membedakan hanya ketinggian tempat. Jenis kopi arabika membutuhkan ketinggian ± 900 mdpl, sedangkan kopi robusta bisa tumbuh di ketinggian > 400 mdpl. Untuk saat ini, luasan lahan kebun kopi robusta di Kabupaten Mandailing Natal, sesuai dengan data statistik perkebunan, Tahun 2017 seluas 1.1009,44 ha. Tahun 2018 seluas 1.112,37 ha.

 

Untuk menunjang masyarakat dalam mengembangankan Kopi Mandailing, dan mengembalikan kejayaan Kopi Mandailing, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendirikan SMK Kopi.

 

Perkebunan manggis di Kabupaten Mandailing Natal juga salah satu komoditi yang menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal.

 

Karena, setiap malam, buah maggis produksi petani Mandailing Natal yang dibawa ke luar daerah sebanyak 60 ton. Perkiraan masa panen pohon manggis ini selama 75 hari. Jumlah produksi per tahun (setahun satu kali panen) adalah 4.500 ton.

 

Harga buah manggis untuk kualitas super yaitu Rp20 ribu per kilo. Sementara harga untuk buah BS sebesar Rp10 ribu perkilo. Estimasi penjualan atau penghasilan petani manggis di Kabupaten Mandailing Natal per tahun sebesar Rp72 miliar. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook