Kamis, 17 Januari 2019 WIB

ISNU Diminta Jadi Penengah Perbedaan di Masyarakat, Rektor UINSU: Ya Lal Wathan Milik RI

Suwardi SinagaSelasa, 20 Maret 2018 20:04 WIB
Istimewa
Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg foto bersama PW ISNU Sumatera Utara, di Kantor UINSU, Medan, Selasa (20/3/2018).
Indomedia.co - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Dr KH Saidurrahman MAg megatakan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumatera Utara harus mampu menjadi penengah dari segala perbedaan kelompok dan faham di tengah masyarakat sesuai dengan visi dan misi NU yang lebih mengutamakan kepentingan negara daripada lainnya.

"Sesuai dengan visi dan misi Nahdlatul Ulama NKRI itu harga mati. Untuk itu ISNU sebagai Badan Otonom cendikiawan NU harus bisa menjadi penengah berbagai kelompok, faham di tengah masyarakat. Dengan begitu, persaudaraan dan keragaman dinmasyarakat tetap terjaga," ujar Rektor Prof Dr KH Saidurrahman MAg saat menerima audiensi PW ISNU Sumatera Utara, di Kantor UINSU, Medan, Selasa (20/3/2018).

KH Saidurrahman kepada pengurus ISNU Sumatera Utara diantaranya Ahmad Faysal Tarigan, Dr Nisful Khoiri, Dr Aswan Jaya, Fadli Yasir, Andi Fahrozi, Muhammad Ahmad Soloan Siregar mengatakan di saat tingginya sensitifisme agama, ISNU harus membuat program yang lebih mengedepankan bagaimana membagun keragaman keberagaman.

Selain bicara membangun keragaman keberagaman, Prof KH Saidurrahman yang baru menyelesaikan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) PWNU Sumatera Utara, 16-18 Maret 2018 kemarin, menyampaikan kekagumannya dengan lagu yang diciptakan KH Wahab Chasbullah yakni Ya Lal Wathan.

Menurut Rektor termuda di lingkungan UIN se Indonesia ini, lagu Ya Lal Wathan yang diciptakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbullah sebelum Indonesia merdeka tidak lagi hanya milik NU tapi Republik Indonesia.

Pasalnya, lagu Ya Lal Wathan tersebut tidak menceritakan NU tapi bagaimana mengajak umat untuk mencintai negeri ini. Ya Lal Wathan, kata mantan Dekan Fakultas Syariah ini, mengajak umat untuk memperjuangkan bangsa ini dan melawan berbagai bentuk penjajahan.

"Makanya sangat wajar lagu Ya Lal Wathan menjadi lagu kebangsaan RI. ISNU selayaknya memperjuangkannya," tandas Prof Dr KH Saidurrahman MAg.

Sementara itu, Sekretaris PW ISNU Sumatera Utara H Fadli Yasir dalam silaturrahim tersebut menyampaikan tentang rencana Konferensi Wilayah Ikatan Sarjana NU pada 6-8 April 2018 mendatang di Medan.

Fadli Yasir menjelaskan di sela-sela Konferensi wilayah ISNU tersebut diisi dengan Dialog Kebudayaan: Identitas Politik Radikalisme dan Pilgub Sumatera Utara yang salah satu narasumbernya diminta kesediaan Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg, Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/BB.

Sebagai keluarga besar NU pada kesempatan yang sama, Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg menyampaikan kesediaannya menjadi narasumber dalam dialog kebudayaan tersebut. (***)


Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook