Selasa, 26 Maret 2019 WIB

2 Terduga Teroris Ditangkap di Tanjungbalai dan Tapanuli Tengah

M JawiKamis, 14 Maret 2019 19:01 WIB
Dokumentasi
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.

Indomedia.co - Pascabom yang terjadi di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, petugas terus melakukan pengungkapan dan berhasil mengamankan dua orang terduga teroris di tempat terpisah pada Rabu (13/3/2019) malam.


Dari informasi peroleh bahwa Densus 88 bersama Polda Sumatera Utara berhasil menangkap seorang terduga teroris lainnya di Kota Tanjungbalai dan Tapanuli Tengah (Tapteng).


Terkait penangkapan dua orang tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto membenarkan adanya penangkapan tersebut. Dirinya mengatakan bahwa terduga teroris yang ditangkap di Tanjungbalai adalah seorang wanita, yang juga terkait dengan bom Sibolga.


"Inisialnya yang kita amankan R," kata Kapolda, Kamis (14/3/2019).


Kapolda juga menuturkan bahwa selain di Tanjungbalai, polisi juga mengamankan satu terduga teroris lainnya di Tapteng pada hari yang sama.


"Di Tapteng juga ada dilakukan penangkapan," tutur Agus.


Terkait inisial yang diamankan di Tapteng, Kapolda menjelaskan bahwa yang diamankan tersebut berinisial M.


"Jadi yang ditangkap di Tanjungbalai cuma satu. M ditangkap di Tapteng," ungkapnya.


Namun, Kapolda enggan untuk menjelaskan secara detail bagaimana dan lokasi pasti penangkapan yang dilakukan terhadap terduga teroris yang berada di Tanjungbalai dan Tapteng tersebut.


Sementara itu, dari informasi yang diperoleh bahwa terduga teroris berinisial R itu diamankan di kawasan Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. Dimana, wanita yang berusia 22 ini diketahui merupakan warga Jalan Ampera/Jalan Protokol Bagan, Dusun II, Desa Bagan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.


R yang diamankan di Tanjungbalai tersebut keterlibatannya dalam bom Sibolga, karena mengetahui pembelian bahan untuk pembuatan bom. R sendiri merupakan istri dari Hendri Syahli Manurung (27) warga Tanjungbalai, yang merupakan salah satu anggota teroris jaringan JAD kelompok Syaiful yang ditembak mati oleh Densus 88 Mabes Polri pada Oktober 2018 lalu.


Untuk diketahui bahwa total ada lima terduga jaringan JAD yang ditangkap sampai saat ini. Tiga orang ditangkap di Sibolga yakni AH, AK alias Ameng alias Abu Halimah, dan ZP alias Ogek Zul. Ditambah R di Tanjungbalai dan M di Tapteng. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook