Sabtu, 07 Desember 2019 WIB

Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 950 Meter

Suwardi SinagaRabu, 14 Agustus 2019 13:04 WIB
Twitter BPPTKG
BPPTKG menginformasikan awan panas guguran erupsi Gunung Merapi terjadi pada Rabu (14/8/2019) pukul 04.52 WIB. Jarak luncur hingga 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol.

Indomedia.co - BPPTKG menginformasikan awan panas guguran erupsi Gunung Merapi terjadi hari ini, Rabu (14/8/2019) pukul 04.52 WIB. Jarak luncur hingga 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol.


"Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ±95.80 detik. Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini ditetapkan status level II atau 'Waspada' sejak 21 Mei 2018," jelas Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya kepada wartawan.


Beberapa hari sebelumnya gunung dengan ketinggian 2.968 mdpl ini mengalami erupsi tidak menerus. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat melalui rekaman seismograf pada 10 Agustus 2019 terjadi 10 kali gempa guguran, satu kali gempa hembusan, satu kali gempa low frequency, satu kali gempa Hybrid/fase banyak, dan dua kali gempa tektonik jauh.


Terkait dengan status aktivitas Gunung Merapi pada level II, Badan Gelologi merekomendasikan beberapa poin sebagai berikut.


1. Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

2. Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

3. Masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. 


Kawasan Rawan Bencana (KRB) III merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik. Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk kepentingan komersial. Otoritas setempat memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)-Badan Geologi, pungkas Agus. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook