Kamis, 17 Januari 2019 WIB

Bawaslu Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu Hingga 7 Hari Sebelum Pemungutan Suara

Suwardi SinagaJumat, 30 November 2018 23:20 WIB
Suwardi Sinaga
Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Utara Suhadi Sukendar Situmorang dan Henry Simon Sitinjak pada Sosialisasi Pemantau Pemilihan Umum 2019, di Medan, Jumat (30/11/2018).

Indomedia.co - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah membuka pendaftaran Pemantau Pemilu. Hingga saat ini, jumlah Pemantau Pemilu yang telah terdaftar dan terakreditasi di Bawaslu RI sebanyak 17 lembaga Pemantau Pemilu.


Hal itu disampaikan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Utara Suhadi Sukendar Situmorang dan Henry Simon Sitinjak pada Sosialisasi Pemantau Pemilihan Umum 2019, di Medan, Jumat (30/11/2018).


Dijelaskan, pemantauan pemilu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Pemantau Pemilu untuk memantau tahapan penyelenggaraan pemilu. Pendaftaran Pemantau Pemilu dibuka sebelum tahapan penyelenggaraan pemilu sampai dengan tujuh hari sebelum pelaksanaan hari pemungutan suara.


Syarat menjadi Pemantau Pemilu, jelas Suhadi, berbadan hukum, terdaftar pada pemerintah, independen, mempunyai sumber dana, terakreditasi Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota.


Hak Pemantau Pemilu, perlindungan hukum, mengamati dan mengumpulkan informasi, memantau proses putung dari luar TPS, mendapat akses info, mendokumentasikan kegiatan, dan menyampaikan temuan.


Kewajiban Pemantau Pemilu, mematuhi ketentuan perundang-undangan, mematuhi Kode Etik Pemantau Pemilu, menggunakan tanda pengenal, menanggung semua biaya pelaksanaan, melaporkan jumlah personel, menghormati penyelenggara pemilu dan adat istiadat, netral dan objektif, menjamin akurasi data dan informasi hasil pemantauan, serta melaporkan hasil akhir pemantauan.


Larangan Pemantau Pemilu, melakukan kegiatan yang dapat mengganggu proses; mempengaruhi pemilih dalam penggunaan hak pilih; mencampuri pelaksanaan tugas dan wewenang penyelenggara; memihak kepada peserta pemilu; menggunakan seragam warna atau atribut lain yang memberikan kesan mendukung peserta pemilu; menerima atau memberikan hadiah, imbalan atau fasum; membawa senjata tajam dan bahan peledak; masuk ke dalam TPS; dan melakukan kegiatan lain tidak sesuai tujuan.


Kode Etik Pemantau Pemilu, non partisan, tanpa kekerasan, menghormati perundang-undangan dan adat, kesukarelaan,

integritas, kejujuran, obyektif, kooperatif, transparan, kemandirian, dan janji patuh, pungkas Suhadi. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook