Senin, 19 Agustus 2019 WIB

Dubes Sujatmiko Temui Menag Diskusikan Peluang Kerja Sama Indonesia-Brunei

Senin, 01 April 2019 21:41 WIB
Kemenag/Furqon
Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Dubes LBBP RI Untuk Brunei Darussalam Sujatmiko dan jajarannya di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Indomedia.co - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (1/4/2019).


Pada pertemuan tersebut Dubes Sujatmiko dan jajarannya mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara Indonesia dan Brunei Darussalam dalam bidang keagamaan.


Hal pertama yang dibahas adalah pembentukan kebijakan bersama terkait standarisasi halal antara Brunei dan Indonesia. Menurut Sujatmiko, kerja sama ini cukup strategis mengingat mulai tahun ini Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag akan mulai beroperasi untuk melakukan sertifikasi halal.


"Di Brunei itu halal itu tidak hanya produknya, misal resto jepang, tidak hanya produknya, namun proses memasaknya dan penyajiannya turut menjadi penilaian standarisasi halal resto tersebut," terang Sujatmiko.


Dilansir Indomedia.co dari situs resmi Kemenag RI, Sujatmiko juga menerangkan, di Brunei jika suatu produk terbukti tidak halal, negara tersebut tak segan memberi teguran keras hingga dicabut perizinanannya.


Menanggapi hal tersebut, Menag mengaku pihaknya terbuka terhadap peluang kerjasama tersebut.


"Misal saja mungkin sebuah produk yang sudah disertifikasi halal di Indonesia menjadi otomatis halal di negara Brunei, begitu pun sebaliknya. Kami sangat terbuka untuk hal tersebut," kata Menag.


Selain kerja sama terkait standarisasi halal, gambaran potensi kerja sama yang akan dilakukan yaitu peningkatan beasiswa di bidang pendidikan khususnya bidang ilmu keagamaan antar kedua negara. Sujatmiko pun menawarkan membuka peluang kerja sama terkait penerjemahan Tafsir Alquran Tematik Kemenag ke dalam bahasa Brunei.


Terakhir, ajuan kerja sama lain yaitu mengenai MoU perwakafan. Tanah wakaf milik Kemenag agar dioptimalkan lebih produktif untuk pertumbuhan ekonomi dan juga dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan. Pada kesempatan ini, Sujatmiko begitu yakin dan optimis tentang rancangan kerja sama yang akan dilakukan Kementerian Agama RI dengan Brunei Darussalam.


"Kalo kita fasilitasi, saya kira itu akan lebih mudah mejadi program bersama nyata bilateral," ucap Sujatmiko.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan BPJPH Sukoso, Sekretaris Ditjen Pendis Imam Syafei, Sekretaris Bimas Islam Tarmizi Tohor, dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: kemenag.go.id

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook