Senin, 19 Agustus 2019 WIB

Luhut Klarifikasi Kunjungannya ke Ponpes Nurul Cholil Bangkalan

Suwardi SinagaJumat, 05 April 2019 19:08 WIB
Istimewa
Luhut Binsar Pandjaitan menjenguk KH Zubair Muntasor di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019) lalu.

Indomedia.co - Luhut Binsar Pandjaitan mengklarifikasi kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019) lalu. Klarifikasi tersebut disampaikan terkait beredarnya video kunjungan Luhut ke Ponpes Nurul Cholil.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu menjelaskan, kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan merupakan bentuk silaturahmi.


"Silaturahmi di pondok pesantren sudah biasa saya lakukan sejak menjadi Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun, Jawa Timur pada Tahun 1995. Bagi saya keberadaan pesantren telah menjadi pilar penting untuk menjaga kekokohan NKRI," jelas Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/4/2019).


Dari kebiasaan itu pula Luhut mulai mengenal almarhum Gus Dur yang kemudian banyak mengajari Luhut tentang tradisi pesantren, sejarah Islam, dan tentang Islam yang membawa kedamaian.


"Khusus mengenai kunjungan ke Bangkalan, saya sengaja menjenguk KH Zubair Muntasor yang saya dengar memiliki masalah kesehatan. Tentu hal ini tidak patut saya ceritakan ke publik secara lebih mendetail karena privasi Beliau," papar Luhut.


Sebagai tamu yang dijamu dan disambut dengan hangat, Luhut hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh sekadarnya untuk membantu pengobatan KH Zubair Muntasor. Luhut lebih dulu diberi oleh-oleh berupa batik dan batu akik.


"Begitulah tradisi yang kami lakukan untuk menjaga tali silaturahmi," kata Luhut.


Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 15 menit, Luhut menitipkan pesan agar jangan sampai ada umat atau santri yang golput pada Pemilu 2019.


"Saya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengatakan telah terjadi jual beli suara dalam pertemuan tersebut. Bagi saya, fitnah yang keji itu mencoreng kehormatan terutamanya KH Zubair Muntasor dan pondok pesantren yang diasuhnya," tegas Luhut.


Luhut mengimbau para elite agar mengedepankan pikiran jernih ketimbang prasangka buruk, dan hati yang bersih ketimbang hati yang penuh kecurigaan. Ajaran hubungan dan jalinan silaturahmi yang sudah diajarkan turun temurun oleh para leluhur jangan dirusak oleh kepentingan sesaat para elite. Sebelum bertindak, bertanyalah dan berdialoglah dengan hati nurani yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang terbaik, pungkas Luhut. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook