Kamis, 17 Januari 2019 WIB

Pelantikan Kepala BNPB Yang Baru Ditunda

Suwardi SinagaSelasa, 01 Januari 2019 23:50 WIB
Istimewa
Undangan pelantikan Kepala BNPB.

Indomedia.co - Pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru oleh Presiden Jokow Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/1/2019) pagi pukul 09.00 WIB, ditunda.


Pemberitahuan penundaan disampaikan oleh Bagian Undangan Biro Protokol Setpres kepada para Ajudan/Sespri/Staf Protokol Senior dari Pimpinan Lembaga Negara, Para Menteri dan Setingkat, serta LPNK pada Selasa (1/1/2019) malam.


Tidak dijelaskan alasan penundaan, serta sampai kapan dilakukan penundaan.


Sebelumnya, diberitakan, Presiden Jokowi rencananya akan melantik Kepala BNPB yang baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/1/2019) pukul 09.00 WIB. Undangan pelantikan Kepala BNPB yang telah menyebar di sosial media itu benar.


Baca: Besok, Presiden Lantik Kepala BNPB Yang Baru


"Saya tidak tahu siapa pengganti Kepala BNPB saat ini, Pak Willem Rampangilei dengan pengganti yang baru. Semua itu kewenangan Presiden," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Selasa (1/1/2019).


Jabatan kepala BNPB adalah setingkat Menteri sehingga pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNPB adalah kewenangan Presiden. Kepala BNPB langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Fungsi BNPB sangat strategis karena BNPB memiliki fungsi koordinasi, komando dan pelaksana dalam penanggulangan bencana, baik tahap prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. Itu semua diatur dalam UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.


"Tidak mudah mengemban tugas sebagai Kepala BNPB. Sebab bencana itu multi disiplin, multi sektor dan kompleks. Apalagi Indonesia berada di daerah ring of fire, daerah tropis, kepulauan dan sebagai laboratorium bencana. Bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi bencana setiap tahunnya, rata-rata hampir 2.500 kejadian bencana setiap tahun. Apalagi budaya sadar bencana dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda masih rendah. Jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana dengan kemampuan mitigasi yang masih minim," jelas Sutopo. 


Untuk itu perlu dukungan semua pihak termasuk unsur pemerintah pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha.


Siapapun yang menjadi Kepala BNPB kita harus dukung. Keluarga besar BNPB dan BPBD se-Indonesia siap menyambut dan mendukung Kepala BNPB baru. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BNPB yang lama.


"Banyak capaian dan prestasi BNPB selama kepemimpinan Pak Willem. Tentu semua itu bisa dilanjutkan dan dikembangkan. Banyak tugas yang harus diselesaikan Kepala BNPB yang baru nanti seperti relokasi dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung, rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB dan Sulawesi Tengah, penanganan darurat dan pascabencana tsunami Selat Sunda, meningkatkan mitigasi bencana dan pengurangan risiko bencana, dan lainnya. Jadi bukan darurat saja tapi juga pra bencana dan pascabencana," papar Sutopo.


Semoga bencana dapat diatasi dengan lebih baik. Masyarakat makin tangguh menghadapi bencana, pungkas Sutopo. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook