Kamis, 15 November 2018 WIB

19 Koleksi BQMI Kemenag Dipamerkan di Singapura

Senin, 15 Oktober 2018 21:34 WIB
kemenag.go.id
Presiden Singapura Mdm Halimah Yaqub buka Pesta Budaya Melayu di Singapura.

Indomedia.co - Bait Al Quran dan Museum Istiqlal (BQMI) yang dikelola Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) ikut berpartisipasi dalam perhelatan Pesta Budaya Melayu yang diselenggarakan oleh The Malay Heritage Center (Taman Warisan Melayu) di Singapura. Pesta Budaya Melayu berlangsung 16 hari, 12-28 Oktober 2018, di Taman Warisan Melayu.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Presiden Republik Singapura Mdm Halimah Yaqub, Jumat (12/10/2018) di kawasan Masjid Sultan. Pesta Budaya Melayu kali ini mengangkat tema, "Undangan ke Baitullah; Sejarah Haji dari Dunia Melayu ke Mekkah". Pameran menyajikan sejarah, jaringan sosial-ekonomi dan tradisi budaya terkait perjalanan haji dari tanah Melayu menuju tanah suci Mekkah.

Event pameran ini diikuti lima negara, yaitu Singapura, Brunei, Malaysia, Belanda/Leiden, dan Indonesia/BQMI. Tidak kurang seratus kolek dipamerkan dalam pameran ini.

"BQMI sendiri meminjamkan 19 koleksi yang terdiri dari artefak perhajian. Koleksi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah, budaya dan material yang sangat tinggi terkait perhajian," terang Kasi Publikasi BQMI Saefuddin Ilmi sebagai penanggung jawab delegasi Indonesia, melalui pesan singkat, Senin (15/10/2018).

Di antara koleksi BQMI yang dipamerkan adalah kiswah Kabah, lukisan "thowaf", kopiah haji dari berbagai daerah, dan lain-lain.

Lokasi Taman Warisan Melayu Singapura dulunya adalah Istana Kampong Gelam. Menurut Saefuddin, pameran ini memaparkan peran penting Kampong Gelam sebagai bandar pelabuhan utama. Di pelabuhan ini, umat Islam dari seluruh kepulauan Melayu berkumpul dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji dengan menaiki kapal ke Mekkah.

"Hal itu berlangsung pada akhir abad ke-19 hingga awal Tahun 1970-an," tutur Saefuddin seperti dilansir situs resmi Kemenag RI.

Selain pameran perhajian, pesta budaya Melayu ini menampilkan berbagai pentas seni budaya dan kuliah umum tentang budaya dan tradisi haji di Melayu. Keikutsertaan BQMI dalam perhelatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan dalam mengenalkan tradisi Islam di kawasan Nusantara. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: kemenag.go.id

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook