Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Pemprov Riau Dirikan 14 Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap di Pekanbaru

Suwardi SinagaSenin, 16 September 2019 19:31 WIB
Istimewa
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo memeriksakan kesehatan.

Indomedia.co - Dalam rangka
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak asap kebakaran hutan dan
lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Riau mendirikan "Posko Rumah Singgah
Warga Terdampak Asap" yang tersebar di 14 titik lokasi di Kota Pekanbaru.




Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala
Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya
kepada wartawan, Senin (16/9/2019).




Adapun 14 titik lokasi tersebut di
antaranya; Rumah Jabatan Asisten 2, Rumah Jabatan Asisten 3, Aula Dinas Sosial
Provinsi Riau, Aula Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Aula Bappenda Provinsi Riau,
Aula Rumah Sakit Jiwa Tampan, Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan
Perlindungan Khusus (BRS-AMPK).




Kemudian Rumah Jabatan Kepala Dinas
Sosial, Aula Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Kantor Dinas PUPR, UPT
Industri Pangan, Olahan dan Kemasan Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Mal
Pelayanan Terpadu Kota Pekanbaru, UPT. Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau,
dan Pusat Informasi Karhutla Rumah Jabatan Kepala Bappeda.




Selain itu, imbuh Agus, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau juga membuka pelayanan yang
sama sehingga total Rumah Singgah di Provinsi Riau ada di 15 lokasi.




Peralatan seperti kasur lipat (velbed),
tabung oksigen, regulator, tabung oksigen kecil, selang oksigen, alat pengukur
tekanan darah, obat-obatan, hingga makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita
serta perlengkapan medis lainnya telah tersedia pada tiap-tiap posko dan sudah
sesuai standar Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, masing-masing posko juga
disiagakan satu mobil ambulance.




Posko kesehatan ini buka setiap hari dari
pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB dan mulai dioperasikan sejak Ahad (15/9/2019)
hingga akhir masa siaga darurat yakni Kamis (31/10/2019). Seluruh masyarakat
bisa memperoleh pelayanan seperti konsultasi, cek kesehatan, cek tekanan darah,
pemberian pernafasan menggunakan oksigen hingga fasilitas masker yang bisa
didapatkan secara gratis dengan penanganan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan
Provinsi Riau, papar Agus.




Adanya Rumah Singgah ini sangat bermanfaat
bagi masyarakat. Selain dapat mengurangi dampak negatif dari asap karhutla,
pelayanan tersebut sekaligus sebagai tanda bahwa negara hadir di tengah
masyarakat untuk pelayanan yang terbaik.




Farida (34) warga sekitar Posko Rumah
Singgah Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau merasa terbantu dengan adanya posko
tersebut. Ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga ini dapat mengurangi
rasa kekhawatirannya atas kebakaran hutan yang menimbulkan asap sejak dua bulan
ini. Farida mengaku adanya asap ini mengganggu aktivitasnya terutama di luar
ruangan. Pernafasan dan penglihatan terganggu akibat asap. Kegiatan belajar
mengajar juga telah ditunda sejak Selasa (11/9/2019) lalu.




"Aktivitas saya terganggu karena asap.
Sudah seminggu sekolah libur. Saya ajak anak untuk mendapat fasilitas kesehatan
ini dari pemerintah," ujar Farida.




Posko Rumah Singgah Kantor Dinas PUPR
Provinsi Riau sendiri telah melayani 95 pasien hingga hari ini, Senin (16/9/2019).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 13 pasien dinyatakan positif terkena
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), sedangkan 1 pasien sudah dirujuk ke
Rumah Sakit terdekat.




Adanya asap dari karhutla yang menyelimuti
sebagian besar wilayah Bumi Lancang Kuning ini juga disebabkan karena faktor
tidak adanya angin, sehingga asap terus terperangkap dan menggumpal di wilayah
Riau.




Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi
Yuliani Nazir mengatakan bahwa untuk membersihkan udara dari polusi jahat ini
bisa dilakukan dengan alat seperti Air Purify. Akan tetapi, solusi dari masalah
asap dan karhutla adalah hujan.




"Wilayah ini tidak ada angin, jadi
asap tidak bisa kemana-mana. Air Purify dibutuhkan, tapi hujan yang bisa
menyelesaikan masalah," ujar Yuliani.




Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau
bersama unsur terkait lainnya akan terus memantau dan memberi pelayanan terbaik
bagi masyarakat terdampak asap karhutla. Seluruh pihak baik dari masyarakat,
dunia usaha, pemerintah serta media diharapkan dapat mendukung dari keseluruhan
kegiatan tersebut. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook