Rabu, 16 Oktober 2019 WIB

106 Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan, 59 Orang Meninggal, 25 Hilang

Suwardi SinagaJumat, 25 Januari 2019 15:11 WIB
Istimewa
Sebanyak 106 desa terdampak bencana di Provinsi Sulawesi Selatan tersebar di 61 kecamatan di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

Indomedia.co - Penanganan darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung di Provinsi Sulawesi Selatan terus dilakukan. Dampak bencana besar karena 106 desa terdampak bencana yang tersebar di 61 kecamatan di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.


Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Indomedia.co, Jumat (25/1/2019).


Baca: Banjir di Sulawesi Selatan, 30 Orang Meninggal, 25 Orang Hilang


Data sementara dampak bencana di Sulawesi Selatan per Jumat (25/1/2019) pukul 12.00 WIB tercatat 59 orang meninggal, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, 3.481orang mengungsi, 79 unit rumah rusak (32 unit hanyut, 26 rusak berat, 2 rusak sedang, 14 rusak ringan, 5 tertimbun), 4.857 unit rumah terendam, dan 11.876 hektar sawah terendam banjir. Kerusakan sarana fisik antara lain 10 jembatan, 16,2 km jalan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 6 fasilitas pemerintah, dan 22 unit sekolah.


Banjir dan longsor menyebabkan banyak korban dan kerusakan di banyak wilayah. Dari total korban dan dampak bencana banjir menyebabkan 45 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, 46 orang luka, 6.596 orang terdampak, 3.481 orang mengungsi, 73 rumah rusak (24 rusak berat, 12 rusak ringan, 32 hanyut, 5 tertimbun), 12 fasilitas peribadatan, 2 pasar, 10 jembatan, 16,2 km jalan, 11.876 hektar sawah terendam, papar Sutopo.


Baca: Banjir Landa Sulawesi Selatan, 8 Meninggal, 4 Hilang, Ribuan Mengungsi


Sedangkan longsor menyebabkan 14 orang meninggal dunia, 1 orang hilang dan 1 orang luka. Longsor yang menimbulkan banyak korban terjadi di Dusun Pattiro Desa Pattallikang Kecamatan Manuju Kab Gowa. Longsor terjadi saat hujan lebat. Material longsor menutup separuh Dusub Pattiro dan menimbun belasan rumah.


Material longsor berasal dari Bukit Pattiroang yang berada di belakang perkampungan. Saat kejadian sisi bukit tiba-tiba runtuh disertai gemuruh tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, jelas Sutopo. 


Baca: Tanah Longsor Timpa Anak-anak Saat Bermain di Sukabumi, 1 Orang Meninggal


Sebaran dampak bencana per kabupaten/kota sebagai berikut. Banjir di Jeneponto: 10 orang meninggal, 3 orang hilang, 51 rumah rusak (32 hanyut, 19 rusak berat). Banjir di Maros: 4 orang meninggal, 1.200 orang terdampak, 251 orang mengungsi, 552 unit rumah terendam, 8.349 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan.


Banjir dan longsor di Gowa: 44 orang meninggal, 21 orang hilang, 46 luka, 2.121 mengungsi, 10 rumah rusak (5 rusak berat, 5 tertimbun), dan 1 jembatan rusak. Rinciannya, banjir: 30 orang meninggal, 20 orang hilang, 45 orang luka, 2.121 mengungsi, 10 rumah rusak (5 rusak berat, 5 tertimbun), 604 terendam, 1 jembatan. Longsor: 14 orang meninggal, 1 orang hilang dan 1 luka.


Baca: 2 Lagi Korban Mobil Tercebur ke Sungai Wampu Ditemukan


Banjir di Kota Makasar: 2.942 orang terdampak, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam. Banjir di Soppeng: 1.672 ha sawah terendam. Banjir di Wajo: 2.454 orang terdampak, 2.010 rumah terendam, 16,2 Km Jalan, 1.855 Ha sawah, 9 jembatan, 10 fasilitas peribadatan, 20 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas pemerintah.


Banjir di Barru: 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan. Pangkep: 1 orang meninggal, 1 orang hilang, 28 rumah (1 rusak berat, 12 rusak ringan, 15 terendam, 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas sekolah). Puting beliung di Sindrap: 1 unit rumah rusak sedang. Puting beliung di Bantaeng: 1 unit rumah rusak sedang. Banjir di Takalar: 1.195 rumah terendam. Puting beliung di Sinjai: 2 rumah rusak. Banjir di Selayar: 1 orang meninggal, 109 mengungsi.


Baca: Kecelakaan Libatkan 3 Mobil Terjadi di Tol Tebingtinggi-Medan, Satu Orang Meninggal


Masih menurut Sutopo, banjir sudah surut di beberapa wilayah. Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. BPBD bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, Kemenkes, Kementerian PU Pera, SKPD, NGO, relawan dan berbagai unsur lainnya terus membantu penanganan darurat.


Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1,15 miliar dan logistik senilai Rp828,9 juta untuk penanganan darurat di Sulawesi Selatan. Bantuan langsung diterima Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/1/2019).


Baca: Mobil Tercebur ke Sungai Wampu, Sekeluarga Meninggal Dunia


Dana siap pakai digunakan untuk operasional tanggap darurat bagi BPBD Sulsel, BPBD Gowa, BPBD Jeneponto, BPBD Maros dan BPBD Kota Makassar. Bantuan logistik berupa tenda gulung 250 lembar, sandang 425 paket, selimut 560 lembar, paket perlengkapan keluarga 100 paket, perlengkapan bayi 202 paket, matras 240 lembar, kantong mayat 30 lembar, karung pasir 300 lembar, makanan siap saji 540 paket, lauk pauk 714 paket, dan makanan tambahan gizi 690 paket, pungkas Sutopo. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook