Ahad, 22 September 2019 WIB

Ijeck Tinjau Longsor Jembatan Siduadua Parapat

Suwardi SinagaSabtu, 12 Januari 2019 21:39 WIB
Istimewa
Wagub Sumatera Utara Musa Rajekshah meninjau longsor yang terjadi di Jembatan Siduadua, Parik Ganjang, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (12/1/2019).

Indomedia.co - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Zonny Waldi, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Faisal Hasrimy dan Kepala Dinas Pariwisata Hidayati meninjau longsor yang terjadi di Jembatan Siduadua, Parik Ganjang, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (12/1/2019).


Longsor yang kembali terjadi pada Jumat (11/1/2019), telah menyebabkan aktivitas warga terganggu karena badan jalan tertutup material berupa lumpur dan batu.


Ijeck meninjau longsor yang terjadi di Jembatan Siduadua, Parik Ganjang, Parapat. (Istimewa)


"Longsor ini telah menghambat arus lalu lintas dan mengakibatkan terganggunya aktivitas transportasi masyarakat. Arus lalu lintas masih berjalan, meski sistem buka tutup," ujar Wagub yang akrab disapa Ijeck.


Baca: Terungkap, Lingkungan Danau Toba Sudah Rusak Parah


Saat Wagub meninjau lokasi, tengah dilakukan pembersihan material lumpur di badan jalan. Ijeck mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati bila melintasi jembatan tersebut. Usai melakukan peninjauan, Wagub menjelaskan bahwa longsor ini diakibatkan masih kurangnya kesadaran dan kepedulian dalam menjaga lingkungan.


Ijeck meninjau longsor yang terjadi di Jembatan Siduadua, Parik Ganjang, Parapat. (Istimewa)


"Padahal kalau lingkungan rusak maka yang rugi adalah kita sendiri, masyarakat setempat. Jika terus terjadi longsor maka wisatawan takut berkunjung ke Danau Toba, akhirnya ekonomi masyarakat akan terganggu karena berkurangnya wisatawan yang berkunjung," ucapnya.


Oleh karenanya, Ijeck mengajak semua masyarakat agar selalu menjaga kelestarian lingkungan, menghentikan pencemaran lingkungan dan penebangan pohon secara liar.


"Mari kita bersama-sama menjaganya untuk kita dan anak cucu kita," pungkas Ijeck. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook