Kamis, 14 November 2019 WIB

Resmi, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Universitas Al Azhar Mesir

Ahad, 13 Oktober 2019 22:36 WIB
Kemlu RI
Rektor, Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Terjemah Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir, berfoto bersama Dubes RI di Cairo Helmy Fauzy dan anggota konsorsium bahasa usai peresmian Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua universitas tersebut. Kemlu RI

Indomedia.co - Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir, resmi menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di universitas tersebut. Peresmian penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dilakukan melalui seremoni oleh Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar bekerja sama dengan KBRI Cairo, di Aula Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar, Selasa (9/10/2019) lalu.


Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar RI Cairo Helmy Fauzy, Atdikbud KBRI Cairo, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar, Rektor UGM Panut Mulyono, Rektor UMS Sofyan Anif, dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim M Isroqunnajah.


Dilansir dari situs resmi Setkab RI, Ahad (13/10/2019), sebelum acara seremonial pembukaan, Duta Besar RI Cairo dan seluruh Rektor dan Wakil Rektor anggota konsorsium tersebut diterima oleh Rektor Universitas Al Azhar Mohamed Husein al Mahrashawi, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Yusuf Amir.


Dalam sabutannya, Duta Besar Helmy Fauzy menyebutkan, bahwa di antara tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia di Al Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoritas bangsa Asia Tenggara, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam.


Di sana banyak muncul ulama dan pemikir Islam. Sayangnya, karya-karya mereka belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari Al Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat.


“Saya juga mengucapkan terima aksih kepada Al Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al Azhar,” ucap Helmi.


Di sisi lain, Rektor Universitas Al Azhar menyampaikan, bahwa pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua adalah langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Progam Studi Indonesia di kampus Al Azhar.


Sementara Wakil Rektor Universitas Al Azhar Yusuf Amir berharap pada masa persiapan ini dapat dipersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi ini.


“Selain itu, kami berharap agar para mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua, diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia selama dua tahun, sehingga ia dapat menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya,” ucap Wakil Rektor Al Azhar yang juga Guru Besar Bahasa Urdu tersebut.


Adapun Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah menyampaikan, bahwa masa transisi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh KBRI dan Al Azhar. Terkait empat dosen yang akan mengajar Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua, “Mereka sudah jadi bagian dari kami. Kami akan memudahkan segala kendala yang dihadapi serta akan melindungi dan menjaga mereka,” ucap Dekan diiringi tepuk tangan meriah.


Selesai penyambutan resmi, acara dilanjutkan di aula Fakultas Bahasa dan Terjemah yang dirangkai dengan beberapa sambutan sekaligus penyerahan kunci laboratorium Bahasa dari Duta Besar RI Cairo kepada Dekan Fakultas dan Terjemah Al Azhar.


Acara dilanjutkan dengan penampilan pelajar Bahasa Indonesia dan diakhiri dengan mengunjungi laboratorium bahasa.​ (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook