Sabtu, 30 Mei 2020 WIB

Resmi, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Universitas Al Azhar Mesir

Ahad, 13 Oktober 2019 22:36 WIB
Kemlu RI
Rektor, Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Terjemah Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir, berfoto bersama Dubes RI di Cairo Helmy Fauzy dan anggota konsorsium bahasa usai peresmian Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua universitas tersebut. Kemlu RI

Indomedia.co - Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir, resmi
menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di universitas tersebut.
Peresmian penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dilakukan melalui
seremoni oleh Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar bekerja sama
dengan KBRI Cairo, di Aula Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar, Selasa
(9/10/2019) lalu.




Hadir dalam kesempatan
itu Duta Besar RI Cairo Helmy Fauzy, Atdikbud KBRI Cairo, Dekan dan Wakil Dekan
Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar, Rektor UGM Panut Mulyono,
Rektor UMS Sofyan Anif, dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik
Ibrahim M Isroqunnajah.




Dilansir dari situs
resmi Setkab RI, Ahad (13/10/2019), sebelum acara seremonial pembukaan, Duta
Besar RI Cairo dan seluruh Rektor dan Wakil Rektor anggota konsorsium tersebut
diterima oleh Rektor Universitas Al Azhar Mohamed Husein al Mahrashawi, didampingi
oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Yusuf Amir.




Dalam sabutannya, Duta
Besar Helmy Fauzy menyebutkan, bahwa di antara tujuan utama pengajaran Bahasa
Indonesia di Al Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh
mayoritas bangsa Asia Tenggara, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam.




Di sana banyak muncul
ulama dan pemikir Islam. Sayangnya, karya-karya mereka belum banyak diketahui
oleh para pemikir dunia Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga
membutuhkan para ulama dan dai dari Al Azhar yang menguasai tradisi dan budaya
setempat.




“Saya juga mengucapkan
terima aksih kepada Al Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai
Bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al Azhar,” ucap Helmi.




Di sisi lain, Rektor
Universitas Al Azhar menyampaikan, bahwa pengajaran Bahasa Indonesia sebagai
Bahasa kedua adalah langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Progam Studi
Indonesia di kampus Al Azhar.




Sementara Wakil Rektor
Universitas Al Azhar Yusuf Amir berharap pada masa persiapan ini dapat
dipersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi ini.




“Selain itu, kami
berharap agar para mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai
Bahasa kedua, diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia selama dua tahun,
sehingga ia dapat menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya,” ucap Wakil Rektor
Al Azhar yang juga Guru Besar Bahasa Urdu tersebut.




Adapun Dekan Fakultas
Bahasa dan Terjemah menyampaikan, bahwa masa transisi ini harus dimanfaatkan
dengan baik oleh KBRI dan Al Azhar. Terkait empat dosen yang akan mengajar
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua, “Mereka sudah jadi bagian dari kami.
Kami akan memudahkan segala kendala yang dihadapi serta akan melindungi dan
menjaga mereka,” ucap Dekan diiringi tepuk tangan meriah.




Selesai penyambutan
resmi, acara dilanjutkan di aula Fakultas Bahasa dan Terjemah yang dirangkai
dengan beberapa sambutan sekaligus penyerahan kunci laboratorium Bahasa dari
Duta Besar RI Cairo kepada Dekan Fakultas dan Terjemah Al Azhar.




Acara dilanjutkan dengan
penampilan pelajar Bahasa Indonesia dan diakhiri dengan mengunjungi
laboratorium bahasa.​ (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook